Penangkapan Anggota TNI Penjual Amunisi Ilegal

Penangkapan Anggota TNI Penjual Amunisi Ilegal

CakraBerita – Pratu O dan Pratu M, anggota Divisi Infanteri 3/Kostrad di Makassar, Sulawesi Selatan diterbangkan ke Jayapura untuk menjalani pemeriksaan di Polisi Militer Kodam XVII/Cenderawasih, bersama dengan Pratu DAT, anggota Kodim Mimika.

Dugaan

Ketiganya diduga menjual ratusan amunisi kepada kelompok bersenjata di Papua. Pratu M ditangkap pada 26 Juli 2019 di Kota Timika, sementara Pratu O ditangkap di Dobo, Provinsi Maluku pada 30 Juli 2019 dan Pratu DAT ditangkap di Sorong pada 4 Agustus 2019.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto menuturkan ketiganya saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Pomdam Cenderawasih.  “Sebelumnya Pratu O dan Pratu M diperiksa pada kesatuannya di Makassar. Namun untuk pendalaman kasus tersebut, maka keduanya diperiksa secara bersama di Jayapura,” kata Eko

Catatan Kodim Mimika, Pratu DAT sudah 2 minggu meninggalkan tugas dan dikategorikan pidana militer, dengan ancaman hukumannya hingga 1,4 tahun penjara.  “Jika dalam penyelidikan ada hubungannya dengan penjualan amunisi, maka akan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Pomdam Cenderawasih juga akan menyelidiki peran masing-masing dari Pratu O, Pratu M dan Pratu DAT dalam kasus penjualan amunisi ini. Eko menyebutkan, jika ketiganya terbukti bersalah, sudah pasti akan dipecat dari kesatuannya dan diancam dengan hukuman pidana yakni pasal UU Darurat, dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara maksimal 20 tahun. 

Lanjut