TNI Gadungan Meminta Sejumlah Uang Dengan Memecarinya

TNI Gadungan Meminta Sejumlah Uang Dengan Memecarinya

CakraBerita – Seorang pria mengaku sebagai anggota TNI (gadungan) telah diamankan pihak TNI. Sebelum tertangkap, tersangka telah menipu banyak orang dengan memacarinya dan meminta sejumlah uang.

Hal ini dibagikan oleh akun media sosial Facebook, Info militer Indonesia. Pada postingan tersebut, disebutkan bahwa tersangka diketahui bernama Angga Deri Klana (Deka).

Pada unggahan yang sama, potret Deka masih bersama dengan seorang gadis yang diduga pacarnya. Saat bersama kekasihnya, Deka menggunakan seragam loreng layaknya tentara sungguhan.

Namun Deka berubah ekspresi setelah diringkus oleh anggota TNI. Deka harus diamankan karena selain menipu identitas, Deka juga menipu korban meminta sejumlah uang.

“Telah diamankan Seorang Oknum yang mengaku Anggota TNI di daerah Medan

Dengan berpura-pura menjadi Anggota TNI. Angga Deri Klana ( Deka) Ini berhasil memacari beberapa Gadis Dan menipu Korbannya dengan meminta sejumlah uang kepada Korban

Saat ini Angga sudah diamankan oleh pihak yang berwajib,” tulis akun Info militer Indonesia. Selain itu, akun Info militer Indonesia juga mengimbau para kaum hawa untuk waspada dan melihat pasangan dengan baik.

Pesen admin buat para kaum hawa bijaklah dalam melihat pasangan jangan hanya tergiur oleh baju loreng lantas melupakan segalanya Saat ini bnyak oknum2 yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan baju loreng Khususnya untuk tindak kejahatan penipuan. @tnilovers18,” pungkas akun Info militer Indonesia.

Jika diperhatikan lebih cermat, tersangka Deka tidak teliti dalam melancarkan aksi penipuannya. Seragam yang terseangka kenakan menggunakan pangkat yang berbeda-beda.

Tampak dalam foto yang diunggah, pria yang mengaku bernama Angga Deri Klana mengenakan seragam tentara dengan Badge Linud 100/Prajurit Setia.

Terlihat pula ada pangkat Pratu hingga pangkat Serda. Atas kasus ini, pihak TBI Kapendam I/BB masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kapendam Kolonel (Inf) Zeni Djunaidi mengatakan akan memberikan klarifikasi pemeriksaan lebih lanjut nantinya.