Pemimpin Eksekutif Hong Meminta Rekonsiliasi

Pemimpin Eksekutif Hong Meminta Rekonsiliasi

CakraBerita – Kekerasan dalam demonstrasi anti-pemerintahan di Hong Kong menjadi semakin meningkat beberapa hari terakhir. Sejumlah orang bahkan ditangkap dalam protes yang berujung rusuh, termasuk anak di bawah umur yang mengikuti demonstrasi. 

Pimpinan Eksekutif

Meski demikian, Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menegaskan kota tersebut masih terkontrol. Namun, dalam pidato pertamanya setelah demonstrasi Minggu yang berujung bentrok, ia meminta ada rekonsiliasi dalam waktu dekat.

“Hong Kong menghadapi krisis yang hampir tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarahnya,” kata seorang analis Edison Lee.

Demonstrasi Hong Kong terjadi karena Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi. RUU ini memungkinkan orang-orang Hong Kong dikirim dan diadili di China. 

Ketakutan terjadi di masyarakat karena RUU tersebut diperkirakan akan menjadi alat kekuasaan pemerintah China. Meski RUU ini dibatalkan, demonstrasi terus terjadi dan mengarah pada demokratisasi dan reformasi politik di Hong Kong.