Tips Menghindari Kejahatan Pada Fintech

Tips Menghindari Kejahatan Pada Fintech

CakraBerita – Transaksi online sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pengguna kerap melakukan transaksi non tunai melalui smartphone mereka, baik untuk membayar transportasi online, tiket, pemesanan hotel, hingga berbelanja. 


Dengan makin maraknya uang beredar di dunia maya lewat transaksi online, maka makin menarik minat para penjahat untuk menarik keuntungan dari transaksi online ini. 

Buat PIN yang aman 

Pertama adalah Pilih Personal Identification Number (PIN) atau password yang berbeda-beda untuk setiap rekening atau akun. Menurut SVP Financial Products Traveloka, Alvin Kumarga idealnya sebuah PIN harus terdiri angka, tanda baca dan huruf demi keamanan. 

Selain itu pengguna juga harus melakukan pergantian PIN secara berkala dan jangan memberitahu kepada orang lain. 

Pastikan Fintech Punya Izin

Kedua adalah pastikan perusahaan fintech memiliki izin dari lembaga berwenang seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Hal ini karena masih banyak fintech yang belum memiliki izin tapi sudah beredar di masyarakat, atau fintech ilegal. 


Untuk mengecek fintech yang telah berizin, OJK kerap mengumumkannya lewat situsnya. Daftar fintech berizin pre 31 Mei 2019 dapat dilihat di tautan ini. 

Jangan sembarang berbagi data pribadi

Data pribadi seperti PIN, password, kode OTP, identitas KTP, nama ibu kandung, yang kerap digunakan untuk mengamankan layanan transaksi online jangan sembarangan diserahkan pada pihak ketiga. 

Sebab, dengan kode-kode ini, peretas bisa dengan mudah masuk ke akun aplikasi online Anda dan menggerus uang yang ada di dalamnya. Hindari juga mengirimkan data pribadi kepada pihak tidak dikenal di aplikasi percakapan digital seperti WhatsApp (WA).