Meningkatkan Kepatuhan Perpajakan Perusahaan Digital Luar Negeri

CakraBerita – Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kepatuhan perpajakan dari perusahaan digital luar negeri yang beroperasi di Indonesia. Adapun perusahaan yang dimaksud seperti Google, Facebook, Youtube, Netflix hingga Spotify.

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan, potensi pajak dari Google cs cukup besar dan terus meningkat setiap tahunnya.

Pada 2018 total konsumsi jasa dan barang tak berwujud yang berasal dari luar negeri mencapai Rp 93 triliun. Dengan demikian, jika saat itu dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% maka total penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 9,3 triliun.

Dengan potensi penerimaan ini, maka pemerintah saat ini tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk bisa menarik pajak Google cs. Dengan demikian, pemerintah akan memiliki payung hukum jelas untuk tata cara penarikan pajak perusahaan tersebut tanpa Badan Usaha Tetap (BUT).