KomNas HAM Menilai Kepolisian luput dalam Menetapkan Tersangka Veronica

KomNas HAM Menilai Kepolisian luput dalam Menetapkan Tersangka Veronica

CakraBerita – Komnas HAM menilai kepolisian luput melihat konteks saat menetapkan tersangka Veronica Koman dan Surya Anta. Wakil Ketua Komnas HAM Sandrayati Moniaga mengatakan keduanya termasuk dalam deretan pembela hak asasi manusia atau human right defender.

Menurutnya, penting untuk memastikan perlindungan dan pendekatan khusus saat menangani kasus ini.

“Pembela hak asasi manusia di dalam mekanisme PBB itu harusnya mendapat perlindungan yang lebih dari negara. Negara harus bisa melihat bahwa mereka itu punya peran yang unik,” kata Sandrayati ditemui usai diskusi di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (6/9).


Sandra menuturkan kedua aktivis itu juga punya rekam jejak menjadi pendamping hukum kelompok marginal.

“Dalam kasus ini, Surya dan Vero sejak di LBH Jakarta itu adalah lawyer untuk teman-teman Papua. Jadi harus dilihat bahwa posisi mereka memang sebagai human right defender,” kata Sandra.

Polda Jawa Timur menjerat Veronica Koman dengan pasal berlapis dalam UU ITE dan KUHP. Pengacara kemanusiaan yang kerap mendampingi warga Papua ini dikenakan pasal penghasutan dan dituduh menjadi provokator dalam rusuh di Asrama Mahasiswa Papua di Jawa Timur.

Sedangkan Surya Anta dijerat dengan pasal makar. Juru Bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) ini bersama lima mahasiswa Papua dijadikan tersangka terkait pengibaran bendera Bintang Kejora saat unjuk rasa di seberang Istana Merdeka, Jakarta.