Perluasan Ganjil Genap Akan Mengganggu Pengusaha Elpiji

Perluasan Ganjil Genap Akan Mengganggu Pengusaha Elpiji

CakraBerita – Peraturan gubernur (Pergub) terkait perluasan ganjil genap akan diterapkan mulai Senin (9/9). Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta meminta pengusaha Elpiji beralih menggunakan angkutan umum berpelat kuning sebagai transportasi untuk mengantarkan produksinya.

Sebelumnya, para pengusaha elpiji khawatir penerapan ganjil genap akan berdampak pada kelangkaan gas lantaran truk pribadi pembawa elpiji juga diberlakukan peraturan ganjil genap.

Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan sudah ada sekitar 3 ribu pemilik angkutan barang yang siap beralih.

“Kami sudah sarankan untuk beralih kepada angkutan umum,” kata Syafrin

“Terdapat lebih kurang 3 ribu sampai dengan 4 ribu pemilik angkutan barang tadi yang akan melakukan balik nama dan beralih ke tanda nomor kendaraan kuning,” tambahnya.

Dalam penerapan ganjil genap, ada sejumlah kendaraan yang dibebaskan atau mendapatkan pengecualian, di antaranya sepeda motor, kendaraan listrik, pemadam kebakaran, angkutan umum dengan nomor polisi berwarna kuning, kendaraan untuk pertolongan kecelakaan lalu lintas, kendaraan khusus BBM dan BBG, serta kendaraan milik pimpinan lembaga tinggi negara.

Selain itu, kendaraan pimpinan tinggi TNI dan Polri, dan pejabat pimpinan asing juga mendapatkan pengecualian.

Syafrin pun mengatakan kendaraan pengangkut bahan bakar gas seperti elpiji sebenarnya diperbolehkan melintas di jalur ganjil genap, namun harus berpelat kuning. Bukan kendaraan atau truk pribadi.