Sri Mulyani Pastikan Perusahaan Manufaktur Mendapatkan Insentif Faktor Jika….

Sri Mulyani Pastikan Perusahaan Manufaktur Mendapatkan Insentif Faktor Jika….

CakraBerita – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan perusahaan manufaktur bisa mendapatkan insentif faktor pengurang pajak jumbo mencapai 200 persen jika perusahaan mau melaksanakan pelatihan kerja bagi 127 bidang kompetensi untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 268 kompetensi bagi mahasiswa, dan 58 kompetensi bagi peserta Balai Latihan Kerja (BLK).

Faktor Pengurang Pajak

Menurut beleid tersebut, perusahaan dijanjikan bisa mendapatkan pengurang penghasilan bruto (tax deduction) sebesar 200 persen yang dihitung dari beban perusahaan untuk melakukan kerja. Jika faktor pengurang pajak semakin besar, artinya Pajak Penghasilan (PPh) yang harus dibayar perusahaan juga semakin rendah.

Penambahan faktor pengurang pajak itu terdiri atas pengurangan penghasilan bruto paling tinggi 100 persen dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan praktik kerja dan pemagangan. Kemudian, faktor pengurang pajak bisa ditambah lagi maksimal sebesar 100 persen yang dihitung berdasarkan jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan praktik kerja dan pemagangan.

4 syarat

Fasilitas itu bisa didapatkan perusahaan jika memenuhi empat hal. Pertama, telah melakukan kegiatan praktik kerja dan pemagangan sesuai kompetensi tertentu. Kedua, memiliki perjanjian kerja sama dengan lembaga pendidikan. Ketiga, tidak dalam keadaan rugi fiskal. Keempat, adalah menyampaikan surat keterangan fiskal.

Di dalam syarat pertama, Sri Mulyani menyebut bahwa perusahaan bisa memilih menjalin kerja sama dengan SMK, perguruan tinggi tingkat diploma III (D III), dan BLK. Asal, kerja sama itu dilakukan untuk mengembangkan beberapa kompetensi tertentu.