Pengacara AMP Veronica Koman Akhir Angkat Bicara

Pengacara AMP Veronica Koman Akhir Angkat Bicara

CakraBerita – Pengacara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Veronica Koman akhirnya buka suara atas penetapan dirinya sebagai tersangka provokasi insiden Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya oleh Polda Jawa Timur.

“Kepolisian telah menyalahgunakan wewenangnya dan sudah sangat berlebihan dalam upaya mengkriminalisasi saya, baik dalam caranya maupun dalam melebih-lebihkan fakta yang ada,” kata Veronica Koman

Veronica turut mengklarifikasi persoalan rekeningnya yang dituding polisi melakukan sejumlah transaksi mencurigakan. Perempuan itumenuturkan saldo rekeningnya dalam batas nominal yang wajar sebagai pengacara yang juga kerap melakukan penelitian.

“Bahwa tentu betul saya menarik uang di Papua ketika saya berkunjung ke Papua, dengan nominal yang sewajarnya untuk biaya hidup sehari-hari. Bahwa saya hanya pernah ke Surabaya sekali dalam seumur hidup saya, selama empat hari, yaitu ketika pendampingan aksi 1 Desember 2018 bagi klien saya AMP,” kata dia.

“Saya menganggap pemeriksaan rekening pribadi saya tidak ada sangkut pautnya dengan tuduhan pasal yang disangkakan ke saya sehingga ini adalah bentuk penyalahgunaan wewenang kepolisian, apalagi kemudian menyampaikan ke media massa dengan narasi yang teramat berlebihan,” ujarnya lagi.

Veronica menyebut selama ini dirinya memilih tidak menanggapi berbagai tuduhan polisi lewat media. Tujuannya memilih diam agar tidak terlibat dalam upaya pengalihan isu dari masalah pokok di Papua.