Produsen Rokok Protes Atas Kebijakan Menaikkan Tarif Cukai Rokok

Produsen Rokok Protes Atas Kebijakan Menaikkan Tarif Cukai Rokok

CakraBerita – Sejumlah kelompok produsen rokok mengeluhkan kebijakan pemerintah yang akan menaikkan tarif cukai rokok mencapai 23 persen, hingga membuat harga rata-rata rokok eceran melonjak hingga 35 persen pada 2020.

Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) menilai kebijakan pemerintah akan menghimpit kondisi industri rokok. Ketua Gaprindo Muhaimin Moeftie menilai rokok ilegal berpotensi besar naik kembali. Hal ini telah terjadi di negara tetangga Malaysia ketika pemerintah menaikkan cukai rokok sekitar 43 persen pada 2015. Akibatnya, rokok ilegal meningkat drastis menjadi sekitar 60 persen. Pada akhirnya, penerimaan menurun karena jumlah pembelian pita cukai merosot tajam.

Gaprindo mengklaim industri rokok mengalami tren stagnan, bahkan cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir. Tak hanya itu, pasar kian sensitif terhadap harga rokok

“Kami ingin pemerintah selalu membuka pintu diskusi saat menetapkan kebijakan cukai tahun 2020 dan bersikap transparan kepada kami sebagai pelaku industri karena kenaikan cukai sebesar 23 persen dan HJE 35 persen sangat memberatkan dan terlalu tinggi,” ungkap Muhaimin dalam keterangan tertulis, Selasa (17/9).