Sri Mulyani Menagih Hasil Insentif yang Diberikan Kepada Pengusaha Properti

Sri Mulyani Menagih Hasil Insentif yang Diberikan Kepada Pengusaha Properti

CakraBerita – Menteri Keuangan Sri Mulyani menagih hasil dari sejumlah insentif yang telah diberikan oleh pemerintah kepada pengusaha properti. Masalahnya, pertumbuhan industri itu masih melambat hingga saat ini.

“Banyak insentif sudah dikasih, sektornya kapan pick up?” ungkap Sri Mulyani, Rabu (18/9).

Beberapa insentif yang diberikan, seperti relaksasi batas harga rumah yang berhak mendapatkan insentif pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2019 tentang Batasan Rumah Umum, Pondok Boro, Asrama Mahasiswa dan Pelajar, serta Perumahan Lainnya, yang Atas Penyerahannya Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai. Selanjutnya, industri properti juga kembali diberikan angin segar dari penurunan Pajak Penghasilan (PPh) 22 untuk hunian mewah dari 5 persen menjadi 1 persen. Pemangkasan ini diatur dalam diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 92/PMK.03/2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 253/PMK.03/2008 tentang Wajib Pajak Badan Tertentu Sebagai Pemungut Pajak Penghasilan dari Pembeli Atas Penjualan Barang yang Tergolong Sangat Mewah.

“Jadi kebijakan fiskal kami coba terus, sektor mana yang perlu sekali diberikan,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Properti Hendro Gondokusumo menyatakan seluruh insentif tersebut baru akan berpengaruh terhadap pertumbuhan sektor properti tahun depan. Pada 2019, pertumbuhan investasi properti diprediksi masih di kisaran 3,8 persen, tak jauh dari posisi 2017 lalu yang sebesar 3,58 persen.