Eigendom Verponding sudah tidak bisa dijadikan dasar hak atas kepemilikan

Eigendom Verponding sudah tidak bisa dijadikan dasar hak atas kepemilikan

CakraBerita – Kepala Seksi Pengadaan Lahan BPN Kota Depok, Medi L, menyatakan, di Republik Indonesia Eigendom Verponding sudah tidak bisa dijadikan dasar hak atas kepemilikan atau penguasaan tanah. BPN telah mensosialisasikan hal tersebut sejak lama. Tak terkecuali untuk tanah milik Kementerian Agama (Kemag) dengan Sertifikat Hak Pakai Nomor 0002/Cisalak yang nantinya akan dibangun kampus UIII (Universitas Islam Internasional Indonesia).

“Di negara Indonesia yang sudah jauh merdeka ini, tidak ada lagi Verponding, dan kita sudah menyurat kemana-mana. Bahwa memang dulu statusnya atau asal mulanya Verponding, itu hanya asal muasal saja, atau riwayat,” ujar Medi

Lebih lanjut, Medi menjelaskan, sebelumnya lahan tersebut berstatus Eligendom Verponding Nomor 448 atas nama Samuel De Meyer atau William D Groot. Namun, berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 1958, PP Nomor 18 Tahun 1958 dan UU Nomor 5 Tahun 1960, serta beberapa aturan lainnya atas tanah-tanah bekas hak barat telah dinyatakan sebagai milik negara.