Sumut Diduga Jadi Sarang Teroris, Ini Alasannya

Sumut Diduga Jadi Sarang Teroris, Ini Alasannya

CakraBerita – Aparat keamanan yaang merupakan Tim Gabungan Polda Sumut dan Densus 88 Antiteror terus mendalami kasus pemboman di Medan. Mereka telah menangkap 18 orang yang berkaitan dengan bom bunuh diri di Polrestabes Medan.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Adrianto menyebut yang ditangkap memiliki berbagai peran dalam aksi bom bunuh diri Rabbial Muslim Nasution (RMN), termasuk merakit bom.

Total semuanya 18 telah ditangkap hingga hari ini. Tiga ditangkap di Aceh, tiga (dua tewas ditembak perakit bom) di Hamparan Perak, dua di Jermal, (sebelumnya di Belawan). Peran para tersangka saling membantu. Semuanya tersangka. Termasuk istri RMN. Dari tersangka ada yang ‘calon pengantin’,” jelasnya, Sabtu (16/11) di RS Bhayangkara.

Agus menyebutkan, tim juga menyita 1 senpi, 2 senjata tajam. Kemudian rangkaian bom yang dibuang di Sicanang (Belawan) sudah berhasil ditemukan dan beberapa bahan-bahan yang siap untuk diracik sudah berhasil diamankan. Para tersangka yang diamankan semuanya diperiksa di Mako Brimob,” bebernya.

Dia memastikan tim gabungan akan terus melakukan pengejaran para terduga pelaku jaringan bom bunuh diri tersebut demi keamanan di Sumut. Terlebih, menurutnya jaringan para pelaku banyak di provinsi ini.

Pasca kejadian bom bunuh diri Polrestabes, jaringan ini cukup banyak di Sumatera Utara, jadi ini akan kami lakukan upaya penindakan,” ungkapnya.

Soal para pelaku termasuk jaringan kelompok mana, Agus enggan memaparkan. Soal jaringan dari Densus ya. Secara umum hasil penangkapan akan disampaikan Mabes Polri. Ini hanya informasi awal perkembangan kasus bom bunuh diri,” tegasnya.

Namun, dia mengatakan para pelaku berbaiat langsung dengan ISIS sebagai upaya menunjukkan eksistensi jaringan dengan pimpinan baru pascaterbunuhnya Abu Bakar Al Baghdadi.

Mereka menyebar di mana-mana, mereka ada di sekitar kita. Tolong kalau ada ada kelompok ekslusif tidak mau sosialisasi sampaikan ke aparat setempat. Indonesia, Sumatera Utara, milik kita jangan diganggulah,” jelasnya.