Begini Cara Kerja Pelaku Mafia Tanah, Modus Perumahan Syariah

Begini Cara Kerja Pelaku Mafia Tanah, Modus Perumahan Syariah

Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus mafia tanah, dengan modus pembangunan perumahan syariah. Sindikat ini telah melakukan aksinya sejak tahun 2015.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan, dalam kasus penipuan ini, para tersangka menawarkan contoh rumah kepada calon korbannya. Hal tersebut dilakukan agar para korban percaya dengan kredibilitas pengembang perumahan itu.

“Mereka menunjukkan lokasi lokasinya, kemudian melakukan ground breaking, makan juga. Mereka membuat rumah-rumah contoh, untuk meyakinkan daripada korbannya,” ungkap Eddy di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/11), seperti diinformasikan melalui laman resmi Polri.

Jenderal bintang dua tersebut menuturkan, para korban tertarik dengan sistem perumahan syariah yang ditawarkan para pelaku. Pelaku menawarkan kredit tanpa riba dan tidak ada checking bank kepada calon kreditur rumah.

“Inilah yang bikin menarik, sehingga masyarakat datang ke sana dan tertarik untuk mengambil perumahan-perumahan tersebut. Tapi faktanya sampai dengan sekarang rumah tersebut belum ada yang dibangun, bahkan mereka lari,” jelas lulusan Akabri 1988 itu.

Kapolda menyebutkan, hingga saat ini, korban penipuan tercatat mencapai 270 orang. Sedangkan uang yang berhasil diraup para pelaku mencapai Rp23 miliar.

Pihaknya sampai saat ini telah mengamankan empat tersangka terkait kasus tersebut. Salah satu tersangka berperan sebagai pendiri pengembang berinisial AD dan tiga orang marketing.

“Mereka tahu itu belum dibebaskan dan lain sebagainya. Sehingga kita menerapkan kepada mereka terkait dengan tindak pidana penipuan, penggelapan, Undang-undang Perumahan dan juga TPPU,” jelas Kapolda Metro Jaya.