Hasil Survei, Masyarakat Gak Sutuju Reuni 212, Bikin Terbelah

Hasil Survei, Masyarakat Gak Sutuju Reuni 212, Bikin Terbelah

Hasil survei Parameter Politik Indonesia menyebut, Reuni 212 cenderung membuat masyarakat Indonesia terbelah.

Kecenderungannya, masyarakat tak menghendaki adanya kegiatan yang digagas Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) itu.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno di kantornya, Bilangan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (29/11/2019).

Dalam hasil survei tersebut, sebanyak 33,6 persen masyarakat tidak mendukung Reuni 212.

“Dan 32,5 persen mendukung aksi massa tersebut. Terbelah, tapi cenderung tidak mendukung,” terang Adi Prayitno.

Mereka yang mendukung kegiatan itu, berasal dari masyarakat beragama Islam yang sebelumnya memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 lalu.

“Artinya, masih ada sisa-sisa pilpres,” ujarnya.

Untuk diketahui, survei ini dilakukan pada 5-12 Oktober 2019 dengan melibatkan sampel 1000 responden.

Sementara metode yang digunakan yakni stratified multistage random sampling.

Untuk pengumpulan data, dilakukakn dengan metode wawancara secara langsung dengan menggunakan kuisioner oleh surveyor terlatih.

Sedangkan margin of error survei ini sebesar 3,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.