Jejak Garuda Tauberes Menggelitik, Erick Thohir Ngakak

Jejak Garuda Tauberes Menggelitik, Erick Thohir Ngakak

Setelah kasus penyelundupan moge dan skandal perselingkuhan mantan bos Garuda Indonesia, giliran anak cucu perusahaan maskapai plat merah itu jadi sorotan publik.

Para direksi Garuda yang telah dipecat ternyata merangkap jabatan di anak dan cucu perusahaan Garuda Indonesia. Mereka menjabat sebagai komisaris.

Bahkan, ada direksi yang menjabat komisaris di delapan anak dan cucu perusahaan Garuda Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungatakan, ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia yang tak jelas bergerak di bidang apa. Namanya pun cukup menggelitik, yakni PT Garuda Tauberes Indonesia.

“Mohon maaf. Kalau buat saya sih menggelitik, ada cucu perusahaan Garuda Indonesia namanya PT Garuda Tauberes Indonesia, itu ada. Kalau enggak salah coba lihat,” ujar Erick Thohir sambil terbahak-bahak, Jumat (13/12/2019).

Erick mengatakan akan mempelajari mengenai aturan rangkap jabatan di BUMN. Selain itu, Erick juga mengatakan telah mengeluarkan aturan tentang pembentukan anak cucu usaha BUMN agar hal ini tak terulang.

“Saya mesti pelajari peraturan. Kalau yang Kepmen mengenai bahwa pembentukan anak cucu perusahaan itu harus ada review dari kami dengan alasannya itu sudah keluar Kepmen-nya,” kata Erick.

Dalam laporan keuangan Garuda yang diunggah di situsnya, per 30 September 2019, tercatat aset Garuda Tauberes US$ 133.939 atau sekitar Rp 1,87 miliar.

Sedangkan berdasarkan laporan keuangan 30 Juni 2019, aset Garuda Tauberes tercantum US$ 141.895 atau Rp 1,98 miliar. Ada penurunan nilai aset US$ 7.956.

Berdasarkan laporan keuangan Garuda, Garuda Tauberes didirikan berdasarkan akta No. 4 tanggal 1 April 2019 dari Arry Supratno, SH, notaris di Jakarta dengan modal dasar sebesar Rp 8 miliar dan modal ditempatkan sebesar Rp 2 miliar.

Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. AHU-0018457.AH.01.01 Tahun 2019 tanggal 8 April 2019.

Laporan keuangan Garuda juga menyebut ruang lingkup kegiatan usaha Garuda Tauberes adalah menjalankan usaha di bidang pengembangan dan pemrograman aplikasi perdagangan melalui internet (E-commerce).

Pada 11 September 2019, Garuda Tauberes meluncurkan platform e-commerce bernama Tauberes. Platform ini merupakan aplikasi berbasis digital yang menghubungkan layanan berbasis kargo udara dengan agen pengiriman barang langsung kepada masyarakat.

Saat itu, Direktur Utama Garuda Tauberes Indonesia Albert Burhan mengatakan layanan lewat Tauberes mengusung konsep smart logistic service yang berbasis kargo udara. Dengan cara ini akurasi waktu, keamanan dan tarif bisa menjadi lebih baik dan kompetitif.