Luhut Dukung Ekspor Benih Lobster, Susi Ungkit Harley dan Brompton

Luhut Dukung Ekspor Benih Lobster, Susi Ungkit Harley dan Brompton

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti makin keras menolak rencana ekspor benih lobster.

Susi menanggapi pernyataan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang mendukung langkah Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo untuk kembali membuka ekspor benih lobster.

Menurut Susi, harga lobster mutiara sangat mahal. Tapi benihnya sangat murah. Karena itu, Susi menyarankan agar benih lobster mutiara tidak dijual ke luar negeri.

BACA: Susi Pudjiastuti Makan Lobster Rp800 Ribu, “Nelayan Tidak Boleh Bodoh”

Melalui akun Twitter pribadinya, @susipudjiastuti menunjukkan foto lobster yang harganya sekitar Rp5 juta per ekor.

“Lobster di foto ini: Lobster Mutiara, berat kira2 1,2kg sd 1,4 kg. Harga per kg nya saat ini min Rp 5 jt. Bibitnya diambil dr Laut diekspor ke Vietnam per ekor cuma Rp 139.000,” kata Susi.

“Bener kita harus ekspor bibitnya? Apa tidak lebih baik tunggu besar & jual dg harga lebih dr 30Xnya?,” tandas Susi.

Lobster mutiara

Lobster mutiara

Susi pun mengungkit dan membandingkan harga lobster dengan motor gede (moge) harley dan sepeda brompton.

Barang mewah ini menjadi sorotan publik setelah mantan Dirut Garuda I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara menyelupkannya di pesawat Garuda.

“1 backpack bibit lobster +_ min 8000 ekor rpnya sama dg 2 harley = 60 Brompton,” kata Susi.

“Kalau bibit ini tidak diambil, di laut & jadi besar nilai jd min. 20 harley = 600 brompton, tidak usah kasih makan, Tuhan yg memelihara, manusia bersabar, menjaga pengambilannya. Tuhan lipatkan gandakan,” pungkas Susi.

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan mendukung langkah Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo yang berencana akan membuka ekspor benih lobster.

Luhut Pandjaitan temui Prabowo, Luhut Pandjaitan, Prabowo

Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurutnya, ada dampak ekonomi yang besar dari rencana tersebut dibandingkan harus ditutup keran ekspornya.

“Nilai tambah juga, daripada sekarang ini diselundupkan 80 persen, lebih bagus dikontrol. Kan ujung-ujungnya pengawasan,” kata Luhut di kantornya kamis (12/12/2019).

“Dulu ada masalah sekarang juga ada masalah. Apa nanti dengan gini nggak ada masalah, ya nggak lah ada masalah tapi masalahnya makin kecil, kalo pengawasan lebih bagus dan jelas,” lanjutnya.

Keyakinan Luhut untuk mendukung wacana program Edhy itu dikarenakan peluang hidup benih lobster juga tidak besar, bahkan hanya 1% bila di alam bebas. Namun, bukan berarti semua benih akan diekspor.

“Sebagian tetap dilepaskan. 5% ke habitatnya. Supaya benih nggak hilang. Sudah ada hitung-hitungan ilmiahnya lah, studinya sudah ada. Apapun studi itu, implementasi penting. Super penting pengawasan,” tandas Luhut.