Banjir Bandang di Pasaman Diduga Akibat Alih Fungsi Lahan

Banjir Bandang di Pasaman Diduga Akibat Alih Fungsi Lahan

Banjir Bandang yang menerjang kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Padang Alai hingga puluhan rumah warga (19/12) kemarin di Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman diduga akibat alih fungsi lahan perbukitan menjadi ladang pertanian yang tepat berada di atas pemukiman penduduk setempat, Sabtu (21/12/2019).

Salah seorang warga setempat, Madri mengatakan lahan Bukit Padang Alai dengan kemiringa sekitar 85° yang berada di atas pemukiman warga sudah gundul dijadikan ladang pertanian.

“Kami sebelumnya sudah memprediksikan akan terjadi bencana banjir bandang ini. Sebab kayu-kayu besar yang menopang tanah di Bukit Padang Alai ini sudah habis ditebangi warga untuk lahan pertanian, baik tanaman Serai Wangi hingga Sawit,” katanya.

Semestinya kata Madri masyarakat tidak melakukan penebangan ataupun alih fungsi lahan di kemiringan 85° tersebut.

“Tentu tanah yang bercampur pasir di Bukit Padang Alai ini tidak bisa menahan air hujan yang turun. Akibatnya area perbukitan ini jadi retak dan turun dalam bentuk banjir bandang menghantam pemukiman ini yang persis berada dibawah bukit ini,” tambahnya.

Namun kata dia baik imbauan maupun larangan selalu jadi simalakama ketika disampaikan kepada warga.

“Sebab area perbukitan ini milik masing-masing warga. Apalagi sejak muncul trendnya bercocok tanam serai wangi, luas alih fungsi lahan perbukitan ini yang dibabat menjadi lahan pertanian terus meluas ke atas sana,” ungkapnya.

Dalam pantuan Covesia.com pun dilapangan tampak dari lokasi banjir bandang Bukit Padang Alai yang gundul sudah banyak yang retak usai banjir bandang turun.

Sementara Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama saat dilokasi bencana mengatakan penyebab musibah itu ditambah cuaca ekstrim yang mengguyur daerah Pasaman dalam kurun beberapa hari terakhir.

“Dimana-mana kita lihat khususnya di Sumbar bahwa saat ini cuaca ekstrim (curah hujan) yang tinggi mengguyur daerah ini. Pasaman dalam sepekan terakhir terus diguyur hujan dengan intensitas yang tinggi. Sehingga terjadi banjir bandang ini,” kata Atos Pratama didampingi Kalaksa BPBD Pasaman, Ricky Riswandi beserta OPD Lainnya.

Namun guna memastikan penyebab banjir itu sudah memerintahkan OPD terkait untuk melakukan investigasi dilokasi bencana.

“Agar nanti jadi kajian bagi kita di Pemda apa langkah yang akan di ambil untuk mengurangi resiko bencana kedepan,” tutupnya.

Sebelumnya, tingginya intensitas hujan yang mengguyur daerah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat sejak sore kemaren mengakibatkan terjadinya bencana banjir bandang yang menghantam kawasan Pesantren Bahrul Ulum Petok, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, sekitar pukul 22.00 WIB tadi, Kamis (19/12/19).

Banjir bandang disertai material lumpur dan potongan kayu-kayu besar dalam jumlah yang besar menghantam kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Padang Alai, Kecamatan Panti serta 58 KK rumah warga.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Hingga sat ini sekitar 35 orang santri pesantren masih diungsikan kerumah warga setempat.

Sedangkan akses transportasi di jalan lintas sumatera daerah Padang Alai, Nagari Panti Selatan sudah lancar. Karena material lumpur dan potongan kayu yang menumpuk di badan jalan sudah dibersihkan oleh alat berat yang diturunkan Pemkab Pasaman.