BPBD: 6 Kabupaten/Kota di Sumbar Dilanda Bencana Banjir dan Longsor

BPBD: 6 Kabupaten/Kota di Sumbar Dilanda Bencana Banjir dan Longsor

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) Rumainur mengatakan bahwa ada 6 kabupaten atau kota di Sumbar yang mengalami kondisi bencana yang parah akibat hujan dengan intensitas lebat mengguyur wilayah itu dalam beberapa hari terakhir.

Dijelaskannya, enam kabupaten atau kota tersebut yaitu Kabupaten Pasaman, Kota Bukittinggi, Kota Solok, Kabupaten Agam, Kabupaten Dharmasraya, dan Kabupaten 50 Kota.

Saat dihubungi Covesia.com via telepon, Sabtu (21/12/2019), Rumainur menjelaskan bahwa banjir yang melanda beberapa daerah di Sumbar sudah mulai surut.

Di Kabupaten Pasaman, banjir sudah surut dan masyarakat juga melakukan pembersihan bekas-bekas banjir. Di Kota Bukittinggi, banjir sudah surut sejak kemarin, Jumat (29/12/2019), dan korban tanah amblas juga sudah ditemukan meski dalam keadaan meninggal.

Di Kota Solok, banjir juga sudah surut dan masyarakat pun juga sudah melakukan pembersihan. Demikian pula di Kabupaten Dharmasraya. Di Kabupaten Agam, jalan provinsi yang tertutup juga sudah dibuka dan bisa dilalui kendaraan.

“Yang masih ada pengungsi, di 50 Kota, tepatnya di Taram dan di Lareh Sago Halaban. Bantuan logistik untuk pengungsi 50 Kota sudah diantarkan oleh BPBD setempat,” ujar Rumainur.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa, untuk saat ini, estimasi kerugian yang ditimbulkan oleh bencana tersebut belum ada. Data terakhir yang dimiliki BPBD Sumbar terkait itu adalah data dua minggu sampai seminggu yang lalu.

Rumainur mengatakan bahwa potensi bencana banjir dan longsor akan terjadi di Sumbar sampai Februari 2020. Oleh karena itu, masyarakat yang melakukan kegiatan di luar rumah diimbau untuk berhati-hati.

“Bagi yang melakukan perjalanan antar kota di Sumbar, kalau siang hari hujan turun, lihat betul dinding-dinding terjal yang kemungkinan akan longsor. Kalau malam hari terjadi hujan, sebaiknya perjalanan dihentikan dulu. Berhenti di rest area sambil menunggu hujan berhenti,” imbuhnya.