Kerugian Akibat Banjir dan Longsor di Bukittinggi Mencapai Ratusan Juta Rupiah

Kerugian Akibat Banjir dan Longsor di Bukittinggi Mencapai Ratusan Juta Rupiah

Kerugian pasca banjir dan longsor yang terjadi di kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) akibat hujan deras yang menguyur kota itu pada Kamis (19/12/2019) lalu ditaksir mencapai Rp 250 juta.

“Kerugian akibat banjir dan longsor yang terjadi di Bukittinggi ditaksir mencapai Rp 250 juta,” ungkap kalaksa BPBD Bukittinggi, Ibentaro Samudra, kepada Covesia.com, Minggu (22/12/2019).

Ia merinci kerugian musibah bencana itu berdampak pada ratusan rumah warga yang terendam banjir, tempat ibadah, sekolah, toko-toko masyarakat, kendaraan roda dua dan empat, kantor lurah, dan rumah sakit dan sejumlah fasilitas umum lainnya.

Sejumlah kawasan di Bukittinggi yang rawan banjir diantaranya Kelurahan Pulai Anak Air, Tarok Dipo, Pasar Bawah, belakang Sekolah Jamiyatul Hujjaj, Pintu Kabun. Dan kawasan Belakang balok dan atas Ngarai di Bukittinggi yang rawan longsor.

“Mengingat kota Bukittinggi yang masih berpotensi diguyur hujan perlu diingat antisipasi banjir siaga, termasuk menyiagakan relawan dari masing-masing kelurahan termasuk tidak membuang sampah ke got dan sungai karena itu menghambat aliran air,” jelasnya.

Apalagi ditambah dengan drainase yang tidak menampung limpahan air yang datang dari kabupaten tetangga. Jadi solusinya propinsi Sumbar memfasilitasi mencari solusi soal memecah atau membagi air dari batas kota disesuaikan dengan jumlah drainase yang ada.

“Untuk mengurangan resiko bencana BPBD juga telah melakukan sosislaisasi kepada masyarakat, termasuk memberikan imbauan bagi warga yang tinggal dipinggir ngarai untuk waspada jika hujan deras,” imbaunya.