Pemda Turunkan Tim Tinjau Jembatan Sungai Riek Pangian yang Putus Karena Banjir

Pemda Turunkan Tim Tinjau Jembatan Sungai Riek Pangian yang Putus Karena Banjir

Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas PUPR menurunkan tim kelokasi jembatan Sungai Riek Pangian yang putus dihantam arus banjir.

“Sudah dapat kabar kejadian ini sejak kemarin (21/12) siang. Tim sudah kami susun untuk keberangkatan kelokasi bersama pihak Dinas PUPR pagi ini,” kata Kalaksa BPBD Pasaman, Ricky Riswandi kepada Covesia.com, Minggu (22/12/2019).

Ricky Riswandi mengatakan bahwa pihaknya bakal mengupayakan pembuatan jembatan darurat.

“Makanya kita tunggu dulu hasil investigasi Tim BPBD bersama Dinas PUPR usai ke lokasi. Kita upayakan secepatnya kondisi ini bisa teratasi. Kemudian kita usahkan pembangunan di tahun 2020. Agar masyarakat kembali bisa beraktifitas sebagaimana biasanya,” kata Ricky.

Memang diakui Ricky akes transportasi maupun komunikasi ke daerah Nagari Muaro Sungai Lolo sangat memprihatinkan.

“Lokasinya jauh dipedalaman Kecamatan Mapattunggul Selatan. Akses komunikasi tidak ada disana. Sehingga menyulitkan kami mendapat informasi kejadian ini dengan cepat. Kita upayakan penanganan secepatnya,” tambahnya.

Ia mengatakan cuaca didaerah Pasaman dalam sepekan terakhir selalu diguyur hujan.

“Cuaca lagi ekstrim, curah hujan sangat tinggi. Pemukiman penduduk yang berada dipinggiram Daerah Aliran Sungai (DAS) jadi terancam banjir. Untuk itu kepada masyarakat kami imbau tetap waspada hingga cuaca normal kembali,” tutupnya.

Sebelumnya, Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapatattunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat dilaporkan terisolasi akibat jembatan penghubung Sungai Riek Pangian terputus dihantam arus banjir.

Jembatan semi permanen Sungai Riek Pangian dengan panjang sekitar 10 Meter itu terputus usai dihantam arus banjir disertai sejumlah potongan kayu sekitar tadi malam, Jumat (20/12) lalu.

Tidak hanya itu kata dia, disepanjang jalan menuju Muaro Sungai Lolo juga terdapat tiga titik longsor yang menimpa badan jalan. Namun material longsor sudah dibersihkan secara gotong royong oleh warga setempat.