ProDem Puji Said Aqil Kritik Jokowi: Secara Ideologi Sri Mulyani Itu Diharamkan

ProDem Puji Said Aqil Kritik Jokowi: Secara Ideologi Sri Mulyani Itu Diharamkan

Pro Demokrasi (ProDem) memuji sikap kritis Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj kepada pemerintahan Presiden Jokowi.

Sekretaris Jenderal Pro Demokrasi (ProDem), Satyo Purwanto mengatakan, sikap kritis Said Aqil ke pemerintahan Jokowi sudah tepat, meski sedikit terlambat.

“Lebih baik terlambat daripada enggak sama sekali. Kira-kira begitulah ungkapannya untuk statement KH Said Aqil,” ucap Satyo, Sabtu (4/1).

VIDEO: Bebas Banjir dengan Lubang Resapan Biopori

Kritikan Said Aqil memang terkait dengan janji Pilpres. Pemerintah Jokowi menjanjikan kredit murah kepada PBNU senilai Rp1,5 triliun.

Menurut Satyo, hal itu sudah pasti ditolak oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang dinilai sebagai sosok yang antiekonomi Pancasila dan kerakyatan.

“Karena fasilitas kredit tersebut sama saja akan memperkaya rakyat miskin, pelaku usaha kecil dan rumahan serta Koperasi,” kata Satyo.

Bahkan, Satyo menyebut Sri Mulyani menganut ideologi neoliberalisme yang tidak akan memberikan uang secara cuma-cuma kepada Ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.

“Secara ideologi Sri Mulyani itu diharamkan, karena SMI menganuti deologi neoliberalisme,” pungkas Satyo.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj mengatakan banyak program pengetasan kemiskinan PBNU sulit terwujud lantaran kurangnya perhatian pemerintah.

Ia menagih janji Sri Mulyani untuk menggelontorkan dana sebesar Rp1,5 triliun kepada NU yang hingga kini belum direalisasikan.

“Pernah kami MoU dengan Menteri Sri Mulyani katanya akan menggelontorkan kredit murah Rp 1,5 triliun. Sampai hari ini, satu peser pun belum terlaksana. Ini biar tahu anda semua seperti apa pemerintah ini,” ucap Said.