Danwing II Paskhas Ikuti Penyerahan Buku “Sang Elang”

Danwing II Paskhas Ikuti Penyerahan Buku “Sang Elang”

Danwing II Paskhas Ikuti Penyerahan Buku “Sang Elang”

TNI AU. Danwing II Paskhas Kolonel Pas Nasser menghadiri acara penyerahan wakaf buku “Sang Elang” kepada Perpustakaan Umum, perguruan tinggi dan SMA/SMK se-wilayah Malang yang berlangsung di Lanud Abdurahman Saleh, Malang, Rabu (08/1).

Dalam acara tersebut, Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Malang Marsekal Pertama (Marsma) TNI Hesly Paat memfasilitasi kegiatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung penyerahan wakaf buku di Gedung Bina Yudha Lanud Abdulrachman Saleh.

Buku yang diwakafkan berjudul “Sang Elang, Serangkai Kisah Perjuangan H.AS Hanandjoeddin di kancah revolusi Kemerdekaan Republik Indonesia,” merupakan buku biografi sejarah terhadap Letkol Pas H.AS Hanandjoeddin, putra Belitung yang merupakan juga seorang Prajurit Paskhas TNI AU serta pejuang kemerdekaan di Pangkalan Udara Bugis saat melawan tentara Belanda. Buku setebal 654 halaman tersebut, ditulis oleh Haril M. Anderson selama sekitar sepuluh tahun.

Bupati Belitung Sahani Sholeh, S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan melalui wakaf buku biografi Letkol Pas (Purn) H. AS Hanandjoeddin diharapkan dapat memberi suatu pembelajaran sejarah kepada masyarakat, untuk tetap memelihara nasionalisme terhadap bangsa dan negara Indonesia.

Baca juga: JALIN TALI SILATURAHMI MELALUI BUKA PUASA BERSAMA

Sedangkan Komandan Lanud Abdulrachman Saleh dalam sambutannya menyampaikan, “Sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia, Letkol Pas H.AS Hanandjoeddin memiliki kepedulian yang tinggi. Walaupun bukan merupakan putra daerah Malang, Letkol Pas H.AS Hanandjoeddin mau dan peduli pada perjuangan bangsanya yaitu berjuang di daerah Malang dan sekitarnya dengan melawan penjajah Belanda yang ingin menguasai pangkalan udara ini serta mempertahankan pangkalan udara Bugis dari pendudukan Belanda.

“Saat menjadi prajurit TNI AU, Letkol Pas H.AS Hanandjoeddin awalnya korps atau keahliannya adalah di bidang teknik. Namun karena memiliki kepedulian pada pangkalan udara Bugis, ia tergabung dengan pasukan pertahanan pangkalan TNI AU. Dari perjuangannya tersebut membuahkan hasil dapat dipertahankannya pangkalan udara Bugis dari pendudukan tentara Belanda,” tambah Danlanud Abd.

“Saya sangat menyambut baik inisiatif Bupati Belitung dalam upaya mengusulkan kepada pemerintah pusat peran Letkol Pas H.AS Hanandjoeddin dalam perjuangan bangsa di Malang dan sekitarnya. Kepada Kasubdis Sejarah TNI AU, Danwing 2 Paskhas dan jajarannya yang ada di Malang saya harapkan dapat bersinergi dengan staf dari Pemkab Belitung, Pemkab Malang, Lanud Abdulrachman Saleh guna mewujudkan harapan Pemkab Belitung terhadap Letkol Pas H.AS Hanandjoeddin sebagai salah satu calon pahlawan nasional,” pungkas Danlanud Abd Saleh Marsma TNI Hesly Paat.

Turut hadir pada acara tersebut Bupati Belitung Sahani Saleh, S.Sos., Kasubdis Sejarah Kolonel Sus Maylina Saragih, Komandan Depohar 30, Komandan Wing 2 Lanud Abd Saleh Kolonel Pnb Eko Sujatmiko. S.E., M.M., para kepala dinas, komandan satuan, pejabat staf, perwira, dari jajaran Lanud Abd Saleh dan Insub, perwakilan perguruan tinggi, kepala SMA/SMK kota/kabupaten Malang, kepala perpustakaan, keluarga Letkol Pas Pur H.AS Hanandjoeddin, serta rekan-rekan media.

Danwing II Paskhas Ikuti Penyerahan Buku “Sang Elang”

Danwing II Paskhas Ikuti Penyerahan Buku “Sang Elang”

Danwing II Paskhas Ikuti Penyerahan Buku “Sang Elang”

Danwing II Paskhas Ikuti Penyerahan Buku “Sang Elang”