Pembangunan Rumah Bersubsidi 2020 Bakal Mandek, Ini Penyebabnya

Pembangunan Rumah Bersubsidi 2020 Bakal Mandek, Ini Penyebabnya

Perumahan subsidi - Ilustrasi

Pembangunan rumah bersubsidi (rumah murah) di tahun 2020, diyakini tidak akan mencapai target.

Pasalnya, alokasi anggaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp11 triliun tahun ini jauh dari kebutuhan.

Terlebih, anggaran tersebut sebagian sudah dipakai untuk menutupi pembiayaan pada tahun 2019.

Diprediksi, pembangunan rumah murah bakal mandek. Atau, kurang lebih akan sama dengan realisasi pada 2018 dan 2019.

Demikian disampaikan Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida kepada JawaPos.com, Selasa (7/1).

”Total anggaran itu sekitar Rp2 Triliun sudah terpakai di 2019, jadi sisa Rp9 triliun,” ungkapnya.

Dengan sisa anggaran tersebut, maka diperkirakan hanya cukup untuk membiayai sekitar 90.000 ribu unit rumah murah.

Perkiraan lainnya, anggaran tersebut akan habis sekitar bulan Maret atau April 2020.

Dengan kondisi tersebut, menurutnya, seharusnya pemerintah menambah anggaran atau setidaknya mencari alternatif.

“Sudah pernah kita sampaikan tapi (pemerintah, red) masih tenang-tenang,” ungkapnya.

Target ideal REI untuk pembangunan rumah bersubsidi, kata Toto, adalah sebanyak 260.000 unit dengan anggaran mencapai sekitar Rp18 triliun.

REI juga mengaku sudah menyampaikan beberapa opsi alternatif jika pemerintah tidak ingin menambah alokasi FLPP.