Pemerintah Didesak Hentikan Pabrik Semen Conch Tadah Batubara Ilegal

Pemerintah Didesak Hentikan Pabrik Semen Conch Tadah Batubara Ilegal

Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan menutup tambang-tambang ilegal yang berada di dekat maupun di wilayah Ibu kota negara (IKN) yang baru.

Salah satunya tambang batubara ilegal yang berada di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, yang hanya berjarak sekitar 230 KM dari Penajam Paser Utara, calon ibu kota baru negara.

Peneliti dari IMW (Indonesian Mining Watch) Benny Suryana mengatakan, sudah sepatutnya tambang-tambang ilegal ditutup karena akan merusak alam.

“Kita melihat banyak sekali tambang-tambang ilegal yang ada di Indonesia ini termasuk batubara. Terkait di Tabalong, saya pernah mendapat laporan bahwa tambang itu dipasok atau ditadah oleh pabrik semen Conch itu disitu,” kata Benny kepada wartawan, Jumat (7/2/2020).

Bahkan ia menduga, karena menampung batubara hasil dari tambang ilegal, pabrik semen asing itu dapat menjual barangnya dengan lebih murah.

Conch pun diminta menghentikan kegiatannya yang diduga menadah batubara hasil tambang ilegal

“Secara hukum itu tidak dapat dibenarkan. Pabrik semennya legal, tapi malah menadah batubara illegal,” ujarnya.

Selain itu informasi dari rekan-rekannya dari peneliti lingkungan, aktifitas tambang batubara ilegal di kawasan itu juga merusak jalan-jalan warga.

“Kami mengapresiasi pemerintah kemarin menyampaikan statemen akan menutup tambang-tambang ilegal ini, semoga hal tersebut dapat segera dieksekusi,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengakui bahwa banyak aktifitas tambang ilegal di kawasan sekitar calon Ibu kota baru. Pemerintah kata Presiden memang fokus kepada hal tersebut.

“Menghilangkan tambang-tambang tanpa izin dan merehabilitasi, mereklamasi bekas-bekas tambang. Itu juga banyak di sekitar ibu kota. Kewajiban kita memang ke sana. Jadi perpindahan ibu kota nanti sekaligus kita memperbaiki dan merehabilitasi hutan-hutan yang rusak. Kita harus tahu di sekitar ibu kota itu banyak hutan yang rusak,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/1/2020).