Denny Siregar Samakan Ustaz Mualaf dengan Sales, Ini Jualannya

Denny Siregar Samakan Ustaz Mualaf dengan Sales, Ini Jualannya

Penulis buku yang juga pegiat media sosial, Denny Siregar menyamakan ustaz mualaf dengan sales. Mereka menjual keburukan agar jualannya laku.

Penulis buku ‘Tuhan dalam Secangkir Kopi’ itu mengatakan para ustad mualaf jualan kejelekan-kejelakan, karena memang tidak ada ilmu yang bisa mereka ajarkan.

“Akhirnya mereka menggali-gali “apa ya yang harus gua tonjolkan? Gue cerdas kagak, bego iya”. Ah enaknya jualan keburukan. Pasti ada yang beli karena bad news is a good news,” kata Denny dalam video yang dikutip pojoksatu.id dari channel Youtube CokroTV, Sabtu (29/2/2020).

Sebagai aksesori tambahan, kata Denny, si mualaf mengarang cerita dan menambah-nambahkan gelar.

“Ada yang bilang pernah sekolah sampai S3 di Vatikan lah, padahal mana ada sekolah di Vatikan? Ada yang bilang dulu pernah sekolah teologi sampai selesai, eh gak lama ada yang bongkar kalau dia sekolah saja tidak usai,” bebernya.

Menurutnya, gelar dan cerita bombastis itu harus ada. Namanya juga sales, kalau tidak ada yang begituan, tidak akan ada yang mengundang.

Sesudah gelar ditambahkan, kata Denny, mereka lalu ganti pakaian dengan nuansa kearab-araban.

“Harus ada gitunya, soalnya di negara berflower ini, Arab identik dengan Islam. Jadi harus pakai gamis putih, terus sorban, jenggot pelihara sedikit, belajar cengkok Arab dan hapalkan satu dua ayat tentang sabar dan ikhlas,” imbuhnya.

“Jadi deh ustaz. Mirip tahu bulat yang digoreng dadakan,” tambah pria yang dikenal sebagai Panglima Cebong itu sembari tertawa.

Dikatakan Denny, seperti hukum pasar, ada aja pembelinya. Pembelinya ya mereka yang juga baru belajar agama. Tapi merasa sudah paling beriman.

“Lucu memang, yang ngajar bodoh, yang dengerin juga bodoh. Akhirnya yang diceritakan adalah kebodohan-kebodohan,” bebernya.

“Gak ada ilmu yang bertambah. Mereka saling berkhayal bahwa dirinya adalah yang paling benar dan semua di sekitarnya salah. Kalau kata generasimilenial, pembicara dan jamaahnya halu semua,” tandas Denny.

Denny menyebut beberapa pendakwah yang dia golongkan sebagai ustaz mualaf. Di antaranya Yahya Waloni, Felix Siaw, Irene Handono dan Bangun Samudra.