Mahasiswi UIN Ciputat Jadi Korban Begal Payudara, Ini Penjelasan Polisi

Mahasiswi UIN Ciputat Jadi Korban Begal Payudara, Ini Penjelasan Polisi

CakraBerita.com – Sebuah pesan berantai tentang pelecehan seksual terhadap salah satu mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah di Ciputat, beredar melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp (WA), Jumat (6/3).

Pesan tersebut berisikan, seorang mahasiswi Fakultas Tarbiyah semester delapan mengalami pelecehan tepat di belakang gedung lkatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM), Jalan Haji Nipan, Ciputat Rabu (4/3).

Pelaku disebut memegang bagian dada korban. Menanggapi pesan tersebut, Kapolsek Ciputat Kompol Endy Mahandika mengatakan, pendamping korban telah menghubungi Polsek Ciputat terkait kasus pelecehan tersebut. Komunikasi itu dilakukan untuk proses pembuatan Iaporan.

“Terkait korban melalui pendampingnya sudah menelpon ibu Waka Polsek,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres (jawa pos grup) Jumat (6/3).

Endy menambahkan, karena tidak ada unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), saat itu korban diarahkan untuk membuat Iaporan ke Polres Tangsel. “Jadi, karena polsek tidak ada unit PPA jadi kita arahkan ke Polres,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharram Wibisono mengatakan, korban yang mengaku mengalami pelecehan belum lapor ke Polres Tangsel.

“Meskipun belum lapor karena kita sudah dengar dan mendapatkan pesan berantai ini, maka anggota saya sudah turun untuk lakukan penyelidikan di lapangan,” singkatnya.

Sementara itu, pesan berantai yang beredar di aplikasi pesan singkat WA isinya cukup panjang. Yakni, “Mahasiswi Universitas Islam Menjadi Korban Pelecehan Seksual di Jalanan”

Aku Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kak, jurusan tarbiyah, semester 8.

Kejadiannya Rabu, 4 maret 2020. Pukul 20.30 WIB.

Lokasi : Jalan kecil belakang gedung IMM. Jalan pintas menuju Jln. Haji Nipan.

Aku pulang ke arah RS UIN habis ada kegiatan dan abis beli obat di apotek samping Hermina, kemudian ada OJEK ONLINE lawan arah, dia awalnya memelan, terus mototnya menyerong ke arah aku jalan, TIBA TIBA entah datang dari mana, tangannya UDAH DI BAGIAN DADAKU, dan meremas-remas, aku langsung kaget, gemetar dan teriak “Najiiiis, Jijik” terus dia berhenti di kejauhan, ngeliat ke aku, mungkin utk memastikan aku ga melapor, atau bahkan dia merencanakan hal biadab yg lain wal iyadzu billlah, aku berusaha liat nomer polisinya, tapi burem, aku gemeter, satu hal yang aku liat dari predator ini, hidungnya mancung, dia pake helm hijau grab/goride, pake jas hujan plastik warna hijau.

Gama lama2 melongo, aku langsung lari ke RS UIN, depan atm BRI nya, disana banyak perawat2, mereka nanya2in aku, aku langsung telpon temen, untuk minta dianter ke kosan.

Besoknya, keluarga aku dateng ke lokasi kejadian, abangku ngobrol sama warga daerah setempat, warga bilang semalem RT dan RW langsung rapat, karena ada yang ngelaporin kejadian aku “kakak yang di lecehin dan lari ke RS UIN”.

Terus warga cerita, emang sebelumnya udah ada dua kejadian kriminal. Pertama, curanmor, kedua, ojek online yang ngikutin pejalan kaki wanita dari belakang.

Tujuanku share ini, semoga anak2 UIN Jakarta lain ga ada yang jadi korban lagi, karena jalan itu deket kosan mahasiswi/a. Semoga polisi, atau warga setempat mau pasang cctv dan lampu penerangan agar predator ini segera ditangkap.

Mohon doanya, semoga aku berani beraktifitas lagi, aku lagi PLP, lagi harus banyak bulak balik kampus, semoga tukang ojek online itu ga selalu muncul di benak aku, tiap jam, atau tiap kali aku nutup mata.

Semoga, ada hukum yang strict dari pemerintah, untuk binatang2 semacam ini.