KPU Pertimbangkan Tunda Pilkada Setahun, Terpaksa Terima Banyak Konsekuensinya

KPU Pertimbangkan Tunda Pilkada Setahun, Terpaksa Terima Banyak Konsekuensinya

CakraBerita.com – Merebaknya virus corona atau COVID-19 di Indosia membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempertimbangkan penundaan Pilkada 2020.

Pilkada tahun ini sedianya akan digelar pada 23 September 2020 mendatang.

Demikian disampaikan Ketua KPU Arief Budiman di Jakarta kepada wartawan di Jakarta, Minggu (29/3/2020).

“Opsi yang paling panjang penundaan satu tahun. Itu dilaksanakan September 2021,” kata Arief.

Akan tetapi, ia menyatakan bahwa penundaan pilkada bukan kewenangan KPU.

Pasalnya, untuk merevisi UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada, harus dengan prosedur normal maupun melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu).

Menurutnya, jika pelaksanaan Pilkada serentak 2020 dibatalkan maka akan berdampak pada banyak hal.

Arief mengaku, memang disebutkan sudah cukup syarat untuk dikeluarkan Perppu penundaan gelaran Pilkada 2020.

Namun, kata Arief, terdapat sejumlah hal yang bakal terdampak jika Pilkada ditunda selama setahun.

Seperti sinkronisasi data pemilih yang sudah dikerjakan KPU saat ini akan menjadi tidak berlaku.

Selain itu, perlu diperhatikan juga mengenai daerah-daerah yang menggelar Pilkada dan pihak yang berhak menjadi peserta Pilkada.

Browser anti blokir Kojop bisa diunduh di PlayStore, klik bit.ly/kojop

VIDEO: Cara Buka Blokir Situs Web Tanpa VPN! BERIKUTNYA > Halaman 1 2