Jurus Menkumham Yasonna Laoly Tusuk Jokowi dari Belakang, Bebaskan Koruptor Alasan COVID-19

Jurus Menkumham Yasonna Laoly Tusuk Jokowi dari Belakang, Bebaskan Koruptor Alasan COVID-19

CakraBerita.com– Rencana Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly yang ingin membebaskan narapida kasus korupsi ditentang banyak pihak.

Yasonna beralasan, hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 di lapas yang sudah melebihi kapasitas.

Sikap Yasonna itu merupakan keberpihakan pada kepentingan koruptor, menimbulkan kegaduhan dan bertentangan dengan rasa keadilan publik

Demikian disampaikan Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus kepada wartawan, Jumat (3/4/2020).

Menurutnya, untuk menghindari penularan di lapas, cukup dengan meniadakan sementara waktu proses hukum semua kasus kejahatan dan kunjungan sampai ancaman COVID-19 berlalu.

Pembatasan itu juga sejalan dengan kebijakan Presiden Jokowi mengeluarkan ketentuan physical distancing hingga karantina yang diperluas.

“Masa di tengah ada kebijakan Presiden membatasi orang berlalu-lalang, tetapi menterinya membebaskan ribuan orang di Lapas untuk bebas di luar. Ini namanya insubordinasi,” ucap Advokat Peradi ini.

Sebaliknya, rencana Yasonna itu malah akan menjadi bumerang dan kontraproduktif dengan kebijakan Presiden.

“Ini namanya kebijakan menggunting dalam lipatan atau menusuk Presiden Jokowi dari belakang,” tegasnya.

Browser anti blokir Kojop bisa diunduh di PlayStore, klik bit.ly/kojop

VIDEO: Cara Buka Blokir Situs Web Tanpa VPN! BERIKUTNYA > Halaman 1 2