Debarkasi Satgas Pamtas RI – Malaysia KRI Teluk Manado 537 Ikuti Protokol Kesehatan

Debarkasi Satgas Pamtas RI – Malaysia KRI Teluk Manado 537 Ikuti Protokol Kesehatan

KRI Teluk Manado 537 sandar di Dermaga Tarakan, Kalimantan Timur, Kamis (14/5). Setelah melaksanakan lintas laut Jakarta – Gorontalo – Banjarmasin – Nunukan – Tarakan, kapal perang Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) ini debarkasikan Batalion Infanteri Raider Khusus 623 Bhakti Wira Utama di  Nunukan danTarakan, Kalimantan Utara. KRI Teluk Manado 537 mengangkut Batalion Infanteri Raider Khusus 623/BWU yang akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI – Malaysia.

Debarkasi prajurit Yonif Raider Khusus 623/BWU di Tarakan ini berjumlah 166 orang, setelah sebelumnya 284 prajurit telah didebarkasikan di Nunukan. Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonif 623/BWU terbagi dua di perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Komandan KRI Teluk Manado 537 Letkol Laut (P) R. Heru Cahyono, S.Sos., M.A. mengatakan pelayaran dari Jakarta sampai Tarakan berjalan lancar. Cuaca sangat mendukung. Kemudian kondisi prajurit KRI maupun pasukan yang diangkut semua dalam keadaan kondisi baik dan sehat ditengah masih merebaknya wabah corona.

“Kondisi fisik dan mental pasukan Yonif 623/BWU dan Prajurit KRI Teluk Manado 537 selama dalam pelayaran dalam keadan baik, demikian juga cuaca sangat mendukung. Hal ini karena mereka mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Selain itu Moril prajurit/pasukan selama dikapal tinggi sebagai motivasi untuk melaksanakan tugas,” jelas komandan KRI.

Sementara itu, Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonif Raider Khusus 623 Bhakti Wira Utama akan melaksanakan tugas selama kurang lebih 9 bulan kedepan menjaga daerah perbatasan.

Sementara itu Panglima Kolinlamil Laksda TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M.  menyampaikan kepada seluruh prajurit KRI Teluk Manado 537 untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan Kesiapsiagaan dalam melaksanakan tugas operasi angkutan laut Militer ini. Apalagi ditengah situasi merebaknya wabah virus corona yang tidak tentu masa berakhirnya.

“Sebagai prajurit matra laut selalu Waspada dan siapsiaga saat embarkasi, apalagi saat Lintas laut dan debarkasi. Tetap ikuti prosedur protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. setiap Prajurit sesuaikan perannya dan tetap semangat laksanakan tugas ini” tandas Panglima Kolinlamil berpesan.

Panglima Kolinlamil juga mengharapkan pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan aman dan lancar. Orang Nomor satu di Kolinlamil yang merupakan pembina angkutan laut militer nasional dan pembina potensi angkutan laut nasional sesuai Pepres 66 tahun 2019 ini pun mengingatkan kepada seluruh prajurit KRI Teluk Manado 537 untuk selalu siap menerima perintah berlayar selanjutnya.

“Mengingat tugas pokok Kolinlamil melaksanakan pergeseran pasukan dan material ke seluruh wilayah NKRI dalam rangka Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), maka di segala situasi apapun, maka Kita harus siap siaga untuk menerima perintah tugas” tegas Panglima Kolinlamil.

Bencana gempa bumi di Lombok dan tsunami di Aceh dan Palu merupakan pengalaman yang dapat dijadikan referensi untuk Kesiapsiagaan kapal perang Kolinlamil mengambil peran dalam membantu penanggulangan Bencana Alam.  (sumber : tni.mil.id)