Kuartal Keempat 2020, Pertumbuhan Ekonomi Masih Berpeluang Negatif   

Kuartal Keempat 2020, Pertumbuhan Ekonomi Masih Berpeluang Negatif  

mediasumutku.com| MEDAN- Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin memperkirakan, meskipun Presiden RI, Joko Widodo memastikan, Indonesia resesi di kuartal ketiga. Namun, pertumbuhan ekonomi masih berpeluang negatif.

“Jika di kuartal ketiga sudah resesi, hanya saja kita menanti data pada tanggal 5 ini dari BPS (Badan Pusat Statistik). Maka apakah kita berarti sudah melewati resesi tersebut? Pada dasarnya masa sulit dua kuartal pertumbuhan ekonomi minus di kuartal kedua dan ketiga memang benar telah kita lewati,” kata Gunawan Benjamin, Rabu (4/11/2020).

Akan tetapi katanya, dampak dari resesi tersebut masih akan sangat terasa bagi kita semua. Resesi lantas belum tentu hilang, meskipun di kuartal keempat ini setidaknya kita boleh berharap bahwa kinerja ekonomi akan mengalami pemulihan. Akan tetapi ingat itu masih sebatas harapan.

“Resesi ini belum tentu akan berkahir di kuartal keempat. Presiden menyatakan bahwa di kuartal ketiga pertumbuhan ekonomi akan negatif 3%. Angka yang masih cukup besar, jika kita mengharapkan adanya pemulihan di kuartal keempat, atau ekonomi diharapkan tumbuh di atas 0%. Dengan realisasi angka -3%, maka kita tidak bisa berharap banyak di kuartal keempat ini kita akan tumbuh positif,”ujarnya.

Gunawan memperkirakan, pertumbuhan ekonomi nasional akan -2.6% di kuartal ketiga ini. Namun, harapan itu pupus seiring terus direvisinya ekepsktasi pertumbuhan ekonomi oleh pemerintah, yang semakin kebelakang angkanya semakin buruk. Nah di kuartal keempat ini, justru melihat pertumbuhan ekonomi nasional berpeluang akan tetap merealisasikan angka yang negative.

“Ada beberapa catatan penting saya, pertama pertumbuhan negative 3% dikuartal ketiga ini sangat tidak memungkinkan bagi kita untuk segera lompat dan tumbuh di atas 0%. Kedua kondisi ekonomi global masih dalam tekanan pandemic covid 19, ditambah dengan memburuknya langkah beberapa negara besar yang memberlakukan lockdown,”katanya.

Ketiga, akselerasi pertumbuhan ekonomi dari konsumsi domestik diyakini masih akan melambat. Pemerintah masih akan mengandalkan bantuan sosial atau BANSOS sebagai salah satu motor penggerak roda perekonomian. Meskipun secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi tidak akan seburuk negara lainnya.(MS11)