Brilian Moktar Ingatkan Generasi Muda Jangan Mudah Dimanfaatkan Kelompok Tertentu

Brilian Moktar Ingatkan Generasi Muda Jangan Mudah Dimanfaatkan Kelompok Tertentu

mediasumutku.com | MEDAN – Adanya pemberitaan yang mempermasalahkan kata Cina oleh kelompok tertentu dan membesar-besarkan kesalahan penyebutan tersebut oleh pasangan calon nomor urut 2 Bobby Nasution-Aulia Rahman, seperti disampaikan Ketua Taruna Merah Putih Sumatera Utara, Brilian Moktar, Selasa (23/11/2020) sepertinya ada kelompok tertentu yang menamakan dirinya tersinggung dengan sebutan tersebut. Kalau ada salah penyebutan, jangan langsung protes seolah-olah Bobby sengaja, padahal niatnya sangat baik untuk kembangkan semua kebudayaan lokal termasuk kebudayaan Tionghoa.

“Saya tinggal di Medan sudah lebih dari 34 tahun. Medan ini adalah kota wisata, bisnis dan kuliner. Belum pernah saya melihat walikota yang konsentrasi meningkatkan kebudayaan. Belum ada sama sekali. Saya juga belum ada menemukan orang yang menjadikan Medan sebagai smart city. Kemudian, belum ada pejabat Medan itu yang memiliki gagasan Medan menjadi one data (satu sistem data terpadu),” kata Brilian Moktar.

Jadi, lanjut mantan Anggota DPRD Sumut ini data kita selama ini seringkali bersalahan dan cenderung tidak sinkron. Misalnya dalam pengurusan surat menyurat, ada beberapa hal yang mengakibatkan pemohon terpaksa meminta surat keterangan atau surat pendukung lainnya hanya untuk menguatkan keberadaan kita (domisili) kita.

“Saya selaku orang Medan, perlu menggaris bawahi beberapa program yang ditawarkan oleh pasangan Bobby-Aulia. Mulai dari rencana pembangunan mall pelayanan publik (pelayanan administrasi dan surat ijin terpadu), birokrasi yang bersih dan bebas korupsi. Satu-satunya calon yang memiliki program seperti ini ya hanya Bobby-Aulia, kenapa? Seorang Bobby bisa menjadi menantu Presiden itu sudah sangat final dan teruji,” tandas Brilian Moktar.

Menyikapi adanya upaya pembusukan dan pemberitaan yang menjelekkan pasangan calon lain, Brilian Moktar merasa sangat kecewa. Hanya perkara empat atau lima huruf saja, yang orang tidak mengerti politik langsung menyalahkan.

“Kita harus melihat konteksnya terlebih dahulu. Saya juga suku Tionghoa dan saya tidak merasa hina. Saya justru merasa bangga seorang Bobby memiliki keinginan untuk meningkatkan kebudayaan, soal kata yang salah itu nggak usah dibesar-besarkan. Tapi alangkah baiknya pelajari dulu sejarah Indonesia sesungguhnya, dan jangan berpatokan pada undang-undang atau peraturan pemerintah semata. Saya mengingatkan kepada anak-anak muda yang mau terjun ke politik, tolong pelajari sejarah dengan benar sehingga ke depan muncul anak muda yang piawai dalam berpolitik,” tandasnya.

Kalaupun ada anak muda atau generasi muda ingin meningkatkan kapasitasnya dalam berpolitik, kata Brilian Moktar belajar dan diskusi dulu sama senior yang benar. Jangan dimanfaatkan oleh kelompok tertentu, jika terjadi sesuatu nanti mereka buang badan.

“Saya selaku Ketua Taruna Merah Putih Sumut, banyak membina generasi muda dalam berpolitik, pertama-tama saya ajak dulu kegiatan sosial. Karena, sesungguhnya berpolitik di partai itu targetnya adalah untuk kesejahteraan rakyat, bukan kekuasaan semata,” tandasnya.

Yang jelas, kata lulusan Magister Manajemen USU ini dalam berpolitik haruslah menunjukkan sikap sopan dan santun. Sikap dewasa dalam berpolitik tidak harus menciptakan isu-isu negatif yang membuat masyarakat jadi bingung.