Kemendag Dorong Penguatan SRG Manfaatkan Teknologi Informasi

Kemendag Dorong Penguatan SRG Manfaatkan Teknologi Informasi

mediasumutku.com| MEDAN- Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengajak berbagai pihak melakukan inovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk memperkuat sistem resi gudang (SRG) dalam meningkatkan ekonomi Indonesia.

Salah satunya melalui pengembangan Information System Warehouse Receipt (IS-WARE) yang dilakukan oleh PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) sebagai pusat registrasi SRG dan sistem informasi manajemen pergudangan (Warehouse Management System/WMS) yang dikembangkan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag.

“Diharapkan dengan dikembangkannya teknologi baru dalam SRG ini, dapat mendukung pertumbuhan SRG serta mempercepat transformasi perdagangan yang bermuara pada peningkatan ekonomi nasional,” ucap Mendag, Sabtu (28/11/2020).

Mendag menyampaikan, IS-Ware NextGen adalah aplikasi penatausahaan resi gudang yang dikembangkan KBI hasil dari pengembangan aplikasi sebelumnya yang telah digunakan sejak 2010.

“Pengembangan aplikasi ini merupakan upaya untuk menghadapi industri 4.0, dimana semua sektor industri akan berbasis teknologi informasi. Selain itu, pengembangan aplikasi ini merupakan upaya untuk meningkatkan ekosistem resi gudang nasional,” ujarnya.

Menurut Mendag, IS-WARE Nextgen memiliki peran penting dalam menciptakan rantai perdagangan yang lebih efisien. IS-WARE Nextgen dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penggunanya dalam melakukan transaksi resi gudang, seperti dalam bentuk kecepatan transaksi dan keamanan.

“SRG berperan penting dalam mencegah terjadinya gagal serah walaupun diperdagangkan di banyak pasar daring secara bersamaan. Dengan demikian, IS-WARE Nextgen juga memiliki peran dalam menciptakan rantai perdagangan yang lebih efisien,” terang Mendag.

Kepala Bappebti Sidharta Utama, menambahkan, WMS dapat berkoneksi dengan aplikasi lainnya, seperti lokapasar. Melalui aplikasi WMS barang yang disimpan dan ingin dijual oleh pemiliknya dapat dengan mudah dipasarkan secara daring.

Pelaku usaha yang memiliki komoditas dan ingin melakukan penjualan, maupun pelaku usaha yang membutuhkan stok untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dapat dengan mudah bertemu dalam suatu lokapasar yang terhubung dengan WMS.

”WMS akan terkoneksi dengan aplikasi lokapasar dan jasa logistik dapat memudahkan pengelola gudang dan pelaku usaha untuk melakukan transaksi secara daring dengan estimasi perhitungan biaya dan lamapengiriman yang dapat diperkirakan di awal,” imbuh Sidharta.

Direktur Utama PT KBI, Fajar Wibhiyadi mengatakan, PT KBI merupakan Badan Usaha Milik Negara yang mendapatkan tugas dari pemerintah sebagai pusat registrasi resi gudang.

“Aplikasi IS-Ware NextGen menggunakan teknologi berbasis Block Chain dan Smart Contract, yang akan menjadikan pelaksanaan registrasi resi gudang menjadi lebih aman karena didukung dengan teknologi yang handal dan terukur,” tutup Fajar.(MS11)