Sumut Berpeluang Cetak Deflasi

Sumut Berpeluang Cetak Deflasi

mediasumutku.com| MEDAN- Meskipun harga cabai rawit dan cabai merah belakangan ini mengalami kenaikan yang sangat tajam. Namun, Sumatera Utara berpeluang mencetak deflasi. Dimana, suatu periode harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah.

Seperti diketahui, untuk cabai rawit harganya sudah mencapai Rp35.000 perkilogram. Padahal, sepekan sebelumnya harga cabai rawit masih dijual dikisaran Rp 25.000 perkilogram. Cabai merah juga sama, tiga hari belakangan terakhir harganya naik di atas Rp40.000an perkilogramnya.

Ketua Pemantau Pangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, harga cabai merah melonjak dalam rentang Rp43.000 hingga Rp47.0pp perkilogram. Padahal, sebelumnya harga cabai dijual dalam rentang harga Rp 37.000 hingga 40.000 perkilogramnya. Kenaikan harga cabai masih sangat dipengaruhi oleh intensitas hujan yang sangat tinggi di sejumlah daerah penghasil cabai di wilayah Sumut.

“Sementara untuk harga bawang merah, belakangan juga mengalami penurunan yang sangat tajam. Bawang merah saat ini dijual dikisaran harga Rp 25.0pp hingga 30.000 setelah dua pekan sebelumnya sempat menyentuh Rp 35.000an perkilogramnya,” katanya, Sabtu (28/11/2020).

Kinerja harga daging ayam dalam sepekan terakhir mulai berangsur turun setelah sempat menyentuh Rp36.000 perkilogram. Saat ini harga daging ayam dijual dikisaran Rp32.000 hingga 33.000 perkilogramnya.

“Jadi dari sejumlah rentetan harga yang terjadi belakangan ini. Khususnya dalam satu bulan terakhir, harga kebutuhan pokok masyarakat rata-rata masih stabil. Dan saya melihat Sumut berpeluang untuk mencetak deflasi dalam rentang 0 hingga 0.01%. Secara keseluruhan harga sejumlah kebutuhan pokok di Sumut masih sangat terjada,” ujarnya.

Meski demikian, selama bulan desember nantinya. Harga sejumlah kebutuhan pokok berpeluang untuk mengalami kenaikan. Curah hujan yang tinggi ditambah dengan belanja masyarakat yang mengalami peningkatan. Yang bertetapatan dengan liburan panjang keagamaan dan tahun baru. Maka pemerintah harus mewaspadai kemungkinan tren harga kebutuhan pangan yang semakin memburuk.

“Ada banyak komoditas yang berpeluang mengalami kenaikan harga. Baik komoditas yang tahan lama ataupun komoditas lin seperti bumbu bumbuan. Dan pasrah dengan keadaan jelas tidak akan menawarkan solusi apapun bagiu masyarakat. Resesi di tengah pandemi memang seharusnya diikuti dengan harga barang yang terkendali,” katanya. (MS11/foto: ilustrasi/int)