Tambang Emas Martabe Bantu Infrastruktur dan Sarana Pembelajaran untuk SMKN 2 Batangtoru

Tambang Emas Martabe Bantu Infrastruktur dan Sarana Pembelajaran untuk SMKN 2 Batangtoru

mediasumutku.com| MEDAN- PT Agincourt Resources (PT.AR), pengelola Tambang Emas Martabe menyalurkan bantuan infrastruktur berupa pembangunan peningkatan akses jalan masuk, pembangunan jalur hijau dan bak sampah, serta dukungan sarana pembelajaran berupa simulator keselamatan kerja dan maket operasional pertambangan kepada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Batangtoru.

Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan untuk meningkatkan mutu pendidikan, terutama di wilayah sekitar operasi Tambang Emas Martabe. Adapun, total nilai dukungan senilai hampir Rp.800 juta.

Bantuan yang diberikan juga merupakan bagian dari kerjasama program sekolah binaan PT United Tractors Tbk (program SOBAT) dan PT Agincourt Resources dengan SMKN 2 Batangtoru yang ditandatangani pada 21 Februari 2020, tentang pembinaan dan pengembangan sekolah menengah kejuruan berbasis kompetensi yang sesuai dan dibutuhkan oleh industri.

Senior Manager Community PT.AR Pramana Triwahjudi mengatakan,
pendidikan merupakan salah satu sektor dari lima sektor fokus program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh PT.AR yakni, kesehatan, pertanian, pemberdayaan ekonomi lokal, dan infrastruktur.

“SMKN 2 Batangtoru adalah sekolah vokasi dengan fokus pendidikan pertambangan pertama di Sumatera Utara. Kami berharap dukungan inidapat meningkatkan kualitas pendidikan dan siswa-siswi sehingga siap bersaing di dunia kerja nantinya, terutama di indutri pertambangan,” ujar Pramana, Minggu, (29/11/2020)

Dikatakannya, terdapat tiga elemen dalam kontribusi peningkatan kualitas pendidikan tersebut yakni melalui perbaikan kualitas dan aksesibilitas infrastruktur serta fasilitas pendidikan, perbaikan kualitas pelaksanaan dan manajemen pendidikan serta peningkatan partisipasi, prestasi, dan daya saing siswa.

“Program pengembangan multi pihak ini direncanakan selama tiga tahun, dan bertujuan untuk mendukung pelaksanaan berbagai program di bidang pendidikan secara terpadu, baik dari sisi brainware, software, dan hardware. Dengan harapan dapat menghasilkan lulusan kejuruan alat berat dengan pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja yang berkualitas serta memenuhi standar kompetensi dunia usaha dan dunia industri,” terangnya

Pramana merinci, bantuan pembangunan peningkatan akses jalan masuk sepanjang 210 meter juga meliputi saluran drainase jalan masuk 105 meter sekaligus dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas.

Kemudian, pembangunan jalur hijau sepanjang 300 meter dengan kelengkapan dua bak sampah besar serta pengadaan alat simulator keselamatan kerja pertambangan dan alat berat meliputi simulator electrical hazard, simulator sistem isolasi, tools box set, tools compare, simulator pemilahan sampah (3R), simulator angkat beban, alat peraga penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta simulator alat pemadam api ringan (APAR).

Sementara itu, dukungan dari PT United Tractors Tbk. melalui Program SOBAT berupa pengembangan kurikulum pendidikan, pengembangan metode pengajaran serta peningkatan kompetensi Guru.

“PT AR mendukung penuh upaya pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan khususnya vokasi, dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Dibutuhkan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar global melalui revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9/2016,” tutur Pramana.

Sementara Senior Manager Corporate Communications PT.AR Katarina Siburian Hardono menambahkan, dukungan pembelajaran juga diberikan melalui maket atau diorama operasional Tambang Emas Martabe yakni Water Processing Plant (WPP) dan alur pengolahan mineral (pabrik pengolahan).

Kepala Sekolah SMKN 2 Batangtoru Nurlaili menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh PT.AR. Seluruh bantuan yang diberikan sangat sesuai dan mendukung program peningkatan kualitas pendidikan vokasi oleh pemerintah.

“Kami dengan senang hati menerima bantuan ini. PT.AR sudah banyak memberikan bantuan kepada kami, bahkan sejak 2013 yakni alat-alat untuk membantu pendidikan geologi dan pertambangan, lalu bangunan dan perabotan untuk belajar dan sebagainya,” ungkap Nurlaili. (MS11)