Menko PMK: UMSU Berhasil Ubah Revolusi Mental Manusia Indonesia

Menko PMK: UMSU Berhasil Ubah Revolusi Mental Manusia Indonesia

mediasumutku.comlMEDAN-Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI Prof Muhadjir Effendy mengapresiasi gerakan revolusi mental yang dilakukan oleh pihak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan yang dinilai telah berhasil mengubah cara berfikir, cara bersikap dan cara bertindak dalam melakukan percepatan pembangunan manusia Indonesia dengan melibatkan para dosen, mahasiswa, dan masyarakat.

“Pemerintah sangat menghargai Kampus UMSU telah menjadi pelopor untuk melakukan gerakan revolusi mental di kampus. UMSU berhasil menjalankan misinya sebagai perguruan tinggi mitra dalam diseminasi gerakan revolusi mental melalui partisipasi masyarakat selama tahun 2020,” kata Menko Muhadjir dalam acara kuliah umum di Kampus Pascasarjana UMSU di Medan kemarin malam.

Menurut menteri, revolusi mental menghendaki perubahan yang cepat dan masif melibatkan seluruh elemen yang ada. Untuk itu, lanjut Menteri, Kampus UMSU Medan dinilai pemerintah telah sukses melakukan kegiatan program gerakan revolusi mental yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan masyarakat.

“Saya atas nama pemerintah sekali mengapresiasi kerja keras pihak UMSU yang telah melakukan percepatan pembangunan manusia dari aspek cara berfikir sampai pada bertindak,” ucapnya.

Rektor UMSU, Prof. Agussani, menyatakan rasa bangganya mendapat kepercayaan dari Kemenko PMK dalam menjalankan gerakan revolusi mental membangunan manusia Indonesia.

“Kami harus bekerja keras melaksanakan program revolusi mental yang meliputi tiga program, yakni Gerakan Indonesia Mandiri (bidang kewirausahaan), Gerakan Indonesia Bersih (pengelolaan sampah berbasis social entreprenuership pada kelompok perempuan di Kec. Polonia Medan) dan Gerakan Indonesia Melayani (pemanfaatan fasilitas Ofservatorium Ilmu Falak UMSU dalam pengenalan Ilmu Falak kepada para siswa, mahasiswa, masyarakat di Kota Medan dan sekitarnya),” kata Prof. Agussani.

Agussani mengatakan program revolusi mental ini dinilai sangat relevan dengan roadmap UMSU 2013-2033 yang saat ini berada pada renstra ke-2 yaitu 2018-2023.

“Rencara stragis ini kami anggap sangat tepat dengan apa yang diamanahkan kepada kami. Karena hal itu sejalan dengan misi Tridharma Perguruan Tinggi,Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar yang dijalankan oleh para civitas akademika di UMSU,” kata Agussani.

Kepada Menteri Prof. Muhadjir Effendy, Rektor UMSU mengungkapkan bahwa ada program pembinaan manusia lainnya yang telah dan terus dilakukan UMSU yang sejalan dengan seperti program revolusi mental, yakni pembinaan mahasiswa UMSU melalui Kajian Al Islam dan Ke-Muhammadiyahan (KIAM) dan konsep ‘The Nine Golden Habits’, yakni sembilan kebiasaan ‘emas’ dalam menjaga hubungan manusia dengan Tuhan untuk membentuk karakter seseorang di UMSU untuk menghasilkan karakter yang baik.

“Konsep The Nine Golden Habits yang kami laksanakan selama ini adalah sembilan kebiasaan yang wajib dilakukan para dosen dan pegawai di lingkungan UMSU antara lain menjaga sholat wajib berjemaah di masjid kampus UMSU, puasa sunnah, bersedekah, membaca Al Qur’an, berjamaah (berorganisasi), berpikiran positif, beradab Islami, membaca, dan mengaji (kajian) minimal sepekan sekali,” ujar Agussani.

Dalam kesempatan itu, Menteri Muhadjir Effendy menyerahkan sebanyak 5000 paket bantuan senilai Rp. 1 Miliar kepada Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU). Selain itu, Menko PMK itu juga menyerahkan bantuan sosial tunai kepada 7000 keluarga penerima manfaat secara simbolis kepada dua warga Medan. (Rel)