Transaksi TEI Virtual Exhibition ke 35 Tembus USD 1,3 Miliar

 Transaksi TEI Virtual Exhibition ke 35 Tembus USD 1,3 Miliar

mediasumutku.com| MEDAN- Penutupan ajang pameran dagang terbesar Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition (TEI-VE) ke 35 tahun 2020 sukses menembus nilai transaksi sebesar USD 1,3 miliar.

“Transaksi TEI-VE 2020 masih terus berjalan hingga 16 Desember 2020 pukul 13.00 WIB dengan membukukan transaksi senilai USD 1,3 miliar. Nilai ini meningkat USD 100 juta dari capaian transasksi yang sebelumnya kami umumkan pada 11 Desember 2020,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Kasan, Senin (4/1/2021).

Kasan menyebutkan, sebanyak 690 pelaku usaha dan 7.459 buyers ikut berpartisipasi dalam TEI-VE 2020. Buyers tersebut meliputi 3.352 buyers dari 127 negara mitra dagang dan 4.107 buyers lokal.

“Total transaksi USD 1,3 miliar tersebut terdiri dari transaksi produk dan jasa sejumlah USD 1,2 miliar dan transaksi investasi sebanyak USD 110 juta,” katanya.

Disebutkannya, total transaksi barang dan jasa meliputi perdagangan barang sebesar USD 1,16 miliar dan perdagangan jasa (tenaga kerja asing terampil, jasa konstruksi, dan pemrograman komputer) sebesar USD 27,22 juta. Sedangkan transaksi investasi mencapai USD 110 juta meliputi investasi negara Jepang di bidang palm oil mill effluents (POME) sebesar USD 100 juta dan investasi negara Mesir di bidang pabrik joint venture sebesar USD 10 juta.

“Pada TEI 2020 ini, minyak kelapa sawit menjadi produk unggulan Indonesia yang menempati posisi pertama perolehan transaksi produk. Transaksinya mencapai USD 378,40 juta atau 31,79 persen dari total transaksi,” lanjut Kasan.

Produk-produk lainnya yang berhasil menarik minat buyers yakni, kertas dan produk kertas USD 252,30 juta (21,20 persen), makanan minuman dalam kemasan USD 189,30 juta (15,90 persen), produk kopi yang menghasilkan transaksi sebesar USD 78,14 juta (6,56 persen), industri strategis sebesar USD 59,51 juta (4,92 persen), kendaraan dan suku cadang sebesar USD 52,36 juta (4,40 persen), bumbu masak dan rempah USD 25,25 juta (2,12 persen), rempah-rempah sebesar USD 20,80 juta (1,75 persen), produk kayu ringan sebesar USD 11,47 juta (0,96 persen), dan furnitur rumah tangga sebesar USD 11,02 juta (0,93 persen).

Lebih lanjut dikatakannya, 10 negara dengan nilai transaksi terbesar selama TEI 2020 yaitu Tiongkok sebesar USD 505,01 juta (42,43 persen), Jepang USD 224,20 juta (18,84 persen), Mesir USD 147,20 juta (12,37 persen), India USD 107,45 juta (9,03 persen), Australia sebesar USD 95,42 juta (8,02 persen), Malaysia USD 21,40 juta (1,80 persen), Belanda USD 19,34 juta (1,63 persen), Filipina USD 16,01 juta (1,34 persen), Jerman USD 14,78 juta (1,24 persen) dan Amerika Serikat USD 10,62 juta (0,89 persen).

“Mengingat kesuksesan TEI-VE ke-35 ini, besar harapan kami pada TEI ke-36 dapat dilaksanakan secara hybrid. Penyelenggaraan TEI secara hybrid dilakukan untuk menggarap pasar yang lebih luas lagi sehingga dapat meningkatkan perekonomian Indonesia,” pungkas Kasan. (MS11)