Indonesia-RRT Tingkatkan Akses Pasar Produk Unggulan

Indonesia-RRT Tingkatkan Akses Pasar Produk Unggulan

mediasumutku.com| MEDAN- Pemerintah Indonesia terus berupaya melakukan peningkatan perdagangan dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Salah satunya, melalui pembukaan akses pasar, baik dalam kerangka bilateral maupun multilateral.

Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan antara Delegasi Pemerintah Indonesia yang dipimpin Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dengan Delegasi Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang dipimpin Menteri Luar Negeri RRT, Wang Yi.

“Pertemuan dengan Delegasi Pemerintah RRT berjalan dengan baik dan kami menyampaikan beberapa hambatan perdagangan produk Indonesia untuk masuk pasar RRT serta kelanjutan dari perjanjian perdagangan yang sudah ada dengan RRT, dalam rangka bilateral maupun multilateral,” ungkap Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga yang tergabung dalam Delegasi Pemerintah Indonesia di Parapat, Rabu (13/1/2021).

Menurut Jerry, dalam pertemuan tersebut, pemerintah RI menyampaikan kepada Pemerintah RRT untuk membuka akses pasar lebih luas untuk produk-produk Indonesia, antara lain porang (konjac chips), buah nanas segar, sarang burung walet, hewan akuatik hidup (konsumsi manusia, hias, dan breeding), dan hewan akuatik beku.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Jerry, pemerintah Indonesia menyampaikan harapannya agar mendapatkan dukungan dari pemerintah RRT terkait produk porang Indonesia yang aksesnya dihentikan Pemerintah RRT pada 1 Juni 2020. Produk porang Indonesia dinilai tidak memenuhi ketentuan keamanan pangan yang ditetapkan Pemerintah RRT.

Namun, Indonesia telah melakukan dan menyampaikan Questionnaire for Risk Assessment of Konjac Chip from Indonesia kepada General Administration of Custom China (GACC) melalui nota diplomatik sejak 24 September 2020 yang lalu.

“Untuk itu, melalui pertemuan ini Pemerintah Indonesia mengharapkan dukungan Kementerian Luar Negeri RRT agar dapat mempercepat kajian ulangnya atas asesmen risiko yang diajukan Indonesia tersebut dan kembali membuka akses produk porang Indonesia,” imbuh Jerry.

Sedangkan untuk produk nanas segar Indonesia, Indonesia mengharapkan agar proses penyelesaian isu pembukaan akses pasar buah nanas asal Indonesia dapat dipercepat karena telah tertunda selama lebih dari empat tahun.

“Pemerintah Indonesia mengharapkan dukungan Pemerintah RRT agar kedua negara dapat melakukan penandatanganan protokol ekspor pada 2021. Hal ini mengingat akses pasar produk buah segar asal Indonesia ke RRT masih sangat terbatas. Ada lima jenis buah yang dapat masuk ke RRT yaitu salak, manggis, naga, pisang, dan longan/kelengkeng,” ujar Jerry.

Terkait dengan kerja sama perdagangan, Wamendag Jerry juga mengungkapkan, Indonesia dan RRT sepakat membentuk Working Group on Trade (WGT) untuk menjalin dan meningkatkan perdagangan bilateral kedua negara. (MS11)