Dinas PKPPR Mulai Bedah Rumah Nek Sarifah

Dinas PKPPR Mulai Bedah Rumah Nek Sarifah

mediasumutku.com|MEDAN-Mata nek Sarifah, warga Lingkungan 6, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai langsung berkaca-kaca setelah melihat sejumlah pekerja berdatangan untuk memulai pembedahan rumahnya sesuai janji Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution ketika mengunjungi kediamannya bersama sang istri Kahiyang Ayu M Bobby Afif Nasution, Kamis (3/11/2021) lalu.

Tubuh ringkih wanita uzur yang kini hidup sebatang kara setelah sang suami dipanggil menghadap Sang Khalik sekitar 20 tahun silam. Sementara, anak semata wayang tak kunjung datang menjenguk tampak bergetar hebat, air mata pun mengalir dari kedua sudut matanya yang telah berkerut tersebut.

Nek Sarifah tidak pernah bermimpi jika rumahnya yang sangat sederhana dan selalu menjadi langganan banjir setiap hujan deras turun itu direnovasi. Dengan penghasilan minimnya dari berjualan daun pisang dan buah kuini jika sedang musim, tak mungkin ibu satu anak itu bisa memperbaiki rumah yang sudah puluhan ditempatinya.

Namun Allah SWT ternyata punya kehendak lain, wanita sepuh itu pun dipertemukan dengan Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif nasution. Kondisi kehidupan nek Sarifah yang memprihatinkan itu sontak membuat Walikota iba sehingga akhirnya berniat membedah rumahnya.

“Ya Allah, saya tidak menyangka rumah ini diperbaiki. Alhamdulillah, Allah telah mengabulkan doa saya dan mengirimkan orang untuk memperbaikinya. Terima kasih Bapak Wali Kota atas perbaikan rumah yang dilakukan. Sebagai ungkap rasa syukur, setelah rumah ini selesai nanti, saya akan puasa selama tiga hari mulai Rabu, Kamis dan Jumat,” kata nek Sarifah terisak.

Pembedahan rumah nek Sarifah dimulai, Rabu (24/3/2021). Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan Benny Iskandar tiba di rumah nek Sarifah yang lokasi persis di belakang perkuburan. Benny datang membawa sejumlah pekerja didampingi Camat Medan Denai Ali Sipahutar.

Para pekerja selanjutnya mengangkuti material bangunan yang akan digunakan untuk membedah rumah tersebut. Selain bedah rumah, Dinas PKPPR dan Dinas Pekerjaan Umur serta Kecamatan Medan Denai akan berkolaborasi untuk mengatasi banjir yang kerap menerpa rumah nek Sarifah.

Dikatakan Benny, bedah rumah dilakukan sesuai instruksi Wali Kota. Melalui bedah rumah yang dilakukan, nek Sarifah nantinya akan mendiami rumah yang layak huni dan terhindar dari banjir. Bedah rumah yang dilakukan meliputi perbaikan atap rumah yang selalu bocor dan meninggikan lantai lbih kurang 35 cm guna menghindari banjir.

Kemudian konstruksi rumah yang tidak memiliki beberapa kolom akan diberi kolom, sedangkan dinding rumah yang belum diplester akan diplester. Selanjutnya wc yang selama ini berada di luar akan dipindahkan ke dalam, guna mempermudah nek Sarifah menggunakannya di tengah usianya yang telah sepuh tersebut.

“Di usianya yang sudah lanjut itu, tak mungkin lagi nek Sarifah ke luar rumah untuk ke wc. Nanti kita pergunakan septitank yang kedap sehingga tidak mengganggu. Selain itu kita akan memasukkan air bersih melalui PDAM, sebab air sumur yang ada di rumah beliau tidak layak konsumsi. Selama ini untuk minum sehari-hari, beliau mendapat sumbangan air isi ulang dari para tetangga. Insya Allah, bedah rumah kita targetkan rampung dalam waktu sekitar 3 Minggu,” ungkapnya.

Selain para pekerja melansir bahan bangunan, personel Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) Kecamatan Medan Denai tampak tengah melakukan pengorekan parit yang ada di depan rumah nek Sarifah. Pengorekan dilakukan agar parit kembali dalam sehingga dapat menampung debit air saat hujan deras turun.

Di samping itu juga Kecamatan Medan Denai juga telah membuat parit dan penampung sementara untuk menampung buang air dari kamar mandi nek Sarifah. Selama ini air limbah dari kamar mandi mengalir langsung ke halaman lantaran tidak memiliki parit untuk dialirkan ke parit besar yang ada di depan rumah.

Bersamaan itu beberapa pekerja dari Dinas PU juga turun untuk melakukan pengukuran dengan menggunakan automatic level waterpass. Pengukuran dilakukan untuk mengetahui elevasi pemukaan tanah yang ada di depan rumah nek Sarifah dengan parit di pinggir jalan. Apabila permukaan tanah depan rumah nek Sarifah lebih rendah dari parit, maka harus dilakukan penimbunan sehingga saat hujan deras turun air bisa dialirkan ke parit agar tidak lagi menggenangi halaman rumah. (MS7)