Pemko Tebingtinggi Gelar FGD Layanan Laku Pandai Dan Simpel

Pemko Tebingtinggi Gelar FGD Layanan Laku Pandai Dan Simpel

mediasumutku.com| TEBINGTINGGI- Pemerintah Kota Tebingtinggi meyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Layanan Keuangan Tanpa Kantor (Laku Pandai), dalam hal ini akan dikolaborasikan antara Laku Pandai dengan Simpanan Pelajar (Simpel) di Gedung Hj. Sawiyah, Rabu (31/3/2121).
Dalam paparannya Sekdako Tebing Tinggi Muhammad Dimiyathi, mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari sektor kegiatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) yang berfokus untuk memberikan kemudahan kepada semua lapisan masyarakat dalam hal mengakses keuangan.
“TPAKD dibentuk supaya akses keuangan bagi masyarakat di semua lapisan mendapatkan kemudahan. Jadi bukan hanya Pemda dengan Bank atau dengan rekanan, tetapi semua lapisan masyarakat baik itu pelaku usaha, pelaku UMKM dan pada hari ini kita membuka akses itu kepada pelajar,”ucap Dimiyathi.
Dengan kemudahan ini, katanya, diharapkan sekolah dapat mengajarkan kebiasaan menabung kepada anak sejak usia dini. Dan dengan didukung oleh sistem digitalisasi maka dapat menghilangkan resiko kesalahan dalam praktik menabung yang dilakukan di sekolah secara biasa (konvensional).
“Hal yang paling utama lagi adalah budaya menabung pada pelajar yang ingin ditumbuhkan dari kegiatan hari ini. Dan dengan metode dan didukung dengan sistem digitalisasi maka dapat menghilangkan kesalahan ataupun kecurangan yang dapat terjadi,” ujarnya.
Perwakilan Bank Indonesia Siti Seronita Pritaningrum mengatakan, cara ini dapat membantu perbankan memperluas kegiatan usahanya dan dapat meningkatkan Inklusi Keuangan dan Literasi Perbankan di Indonesia.
“Bank Indonesia sangat menyambut baik kegiatan hari ini karena merupakan kolaborasi kita semua dari Perbankan, OJK dan Pemerintah Kota Tebing Tinggi. Ini merupakan terobosan baru dimana kita mengenalkan sedini mungkin kepada anak-anak kita di sekolah (tentang) pengetahuan Perbankan,” jelasnya.

Perwakilan OJK Regional V Sumbagut Reza Leonhard menambahkan, target Inklusi Keuangan yang ditetapkan Presiden sampai tahun 2024 sebesar 90% sehingga melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu mencapai target tersebut.
“Inklusi yang ditetapkan Bapak Presiden RI targetnya tahun 2024 sebesar 90%, sehingga langkah yang kita lakukan hari ini merupakan salah satu langkah untuk mempercepat peningkatan Inklusi tadi karena anak-anak sekolah sudah diajarkan menabung sejak usia dini yang nantinya akan menjadi modal bagi masa yang akan datang,” ucap Reza.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Kabag Perekonomian dan Sumber daya Alam Zahidin, menyebutkan, FGD ini bertujuan untuk menciptakan terobosan baru dalam hal mengakses keuangan.
“Tujuan FGD ini adalah untuk menciptakan terobasan baru yang sinergis antara Laku Pandai untuk mempermudah siswa-siswi kita yang ada di sekolah baik SD, MI, SMP, MTs, SMA ,MA dan SMK manakala nanti sekolah sudah dimulai dengan sistem tatap muka, maka anak-anak kita yg ingin menabung (Simpanan Pelajar). Jadi, tidak perlu ke Perbankan karena sudah ada Laku Pandai di sekolah masing-masing,”ucapnya. (MS6)