Pohon Tumbang Ratusan Tahun di Tanjungbalai Dirobohkan

Pohon Tumbang Ratusan Tahun di Tanjungbalai Dirobohkan

mediasumutku.com | TANJUNGBALAI– Pohon raksasa berjenis jabi-jabi yang tumbang lalu berdiri lagi di Tanjungbalai, Sumatera Utara dan telah memakan korban jiwa, akhirnya berhasil ditumbangkan oleh Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggunakan gerjaji mesin dan bantuan sejumlah warga

“Pohon baru selesai ditumbangkan sekitar jam 17.30 sore tadi, berjalan lancar,” kata Ridwan Parinduri, Kepala Laksana BPBD Kota Tanjungbalai saat dihubungi wartawan, Rabu (7/3/2021).

Besarnya ukuran pohon dan berada di tengah pemukiman rumah warga sempat membuat proses penumbangan pohon yang diperkirakan berusia ratusan tahun itu memakan waktu yang cukup lama.

“Mungkin faktor usia (pohon) sehingga kayunya cukup ulet, keras. Dipotong perlahan menggunakan sinso (gergaji mesin),” kata Ridwan.

Proses penumbangan pohon tersebut mendapat antusias dari puluhan masyarakat yang penasaran ingin menyaksikan. Setelah berulang kali di gergaji mesin pada bagian pangkal, ujung pohon yang masih berdiri tegak sekitar 10 hingga 12 meter itu diikat lalu ditarik beramai-ramai oleh petugas BPBD dibantu warga sekitar hingga tumbang.

Lurah Sei Merbau Fahrurrozi. Dia meminta warga tak mendekat ke pohon tersebut serta tak percaya hal-hal mistis.

“Saya sudah imbau warga sekitar untuk tidak mendekat dulu ke pohon itu dan tidak percaya dengan hal-hal mistis terkait pohon itu,” kata Rozi saat dihubungi wartawan, Selasa (6/4/2021).

Sebelumnya, pohon raksasa berjenis jabi-jabi itu tumbang dan berdiri lagi. Pohon tersebut berada di Lingkungan IV, Sei Merbau, Teluk Nibung, Tanjungbalai, Sumut. Rozi menyebut pohon berukuran besar itu tumbang pada Rabu (31/3/2021).

Warga kemudian melakukan gotong royong untuk membersihkan pohon tumbang itu pada Minggu (4/4/2021). Saat warga sedang membersihkan dahan pohon yang tumbang, tiba-tiba pohon tersebut berdiri lagi.

“Kalau kejadiannya ini (pohon ini bisa berdiri kembali), kepling saya melaporkan ada warga gotong royong. Mereka memanjat pohon, memotong beberapa dahan yang tumbang ini. Mungkin karena akar yang menahan pohon ini berkurang bebannya karena sudah dipotong sebagian, hingga sisa batang yang belum dipotong, ini jadi terangkat, seolah-olah berdiri lagi,” kata Rozi, Senin (5/4/2021).

Tiga warga yang sedang memangkas dahan pohon terpental. Dua orang terluka dan satu orang tewas akibat peristiwa itu akibat luka memar di dada diduga terhempas batang pohon. (MS10)