Wamendag: SRG Berpotensi Mendukung Stabilitas Harga Pangan

Wamendag: SRG Berpotensi Mendukung Stabilitas Harga Pangan

mediasumutku.com| MEDAN- Sistem resi gudang (SRG) berpotensi menjadi instrumen dalam mendukung pengendalian ketersediaan stok dan stabilitas harga komoditas pangan. Sebab, SRG dapat menjadi alternatif instrumen dalam mendukung tata niaga dan distribusi.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga saat membuka seminar web (webinar) bertema “Literasi Sistem Resi Gudang: Penguatan Efisiensi Rantai Pasok dan Stabilisasi Harga Komoditas Pangan”.

“Literasi SRG yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif yang dapat bermanfaat bagi pengembangan SRG kedepan,” katanya, Senin (26/4/2021).

SRG kata Jerry, berpotensi menjadi bagian dari sistem logistik dan distribusi nasional. Sehingga, kedepan, diharapkan dapat dioptimalkan untuk mendukung pengendalian ketersediaan stok dan stabilitas harga komoditas pangan.

“SRG bermanfaat sebagai alternatif untuk memperoleh pembiayaan komoditas yang kompetitif. Selain itu, SRG berfungsi sebagai instrumen tunda jual yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku UKM, khususnya petani dan nelayan,” jelasnya.

Manfaat lain SRG tambahnya, dapat menjembatani produsen komoditas dengan pasar; menyediakan informasi mengenai ketersediaan, sebaran, mutu dan nilai komoditas; memberikan kepercayaan dan keamanan dalam transaksi perdagangan; dan memberikan kemudahan dalam memperoleh pembiayaan komoditas yang kompetitif.

“Saat ini, implementasi SRG di Indonesia semakin berkembang dan tersebar
di beberapa daerah sentra penghasil komoditas, khususnya pertanian. Pemanfaatan SRG untuk komoditas lain, seperti kopi dan rumput laut menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, pemanfaatan SRG untuk komoditas ikan juga telah diinisiasi di beberapa daerah sentra perikanan,” kata Wamendag.

Hadir dalam acara tersebut secara virtual Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar Sutriono Edi, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Artati Widiarti, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey, Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi, dan Direktur
PT Arwinda Perwira Utama Cecep M. Wahyudin. (MS11)