Indonesia-Inggris Teken Pembentukan Komite Ekonomi dan Perdagangan Bersama

Indonesia-Inggris Teken Pembentukan Komite Ekonomi dan Perdagangan Bersama

mediasumutku.com| MEDAN- Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi dan Secretary of State for International Trade United Kingdom Elizabeth Truss secara virtual menandatangani Nota Kesepahaman Pembentukan Komite Ekonomi dan Perdagangan Bersama (KEPB) atau Joint Economic and Trade Committee (JETCO) pada hari ini, yang dilanjutkan dengan pertemuan bilateral, Senin (26/4/2021)

Penandatanganan JETCO ini membuka peluang kerja sama perdagangan yang
lebih besar di masa mendatang. Turut hadir dan menyaksikan acara penandatanganan virtual ini Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor
Nasional Kasan, Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya, dan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani.

“Penandatanganan JETCO ini menandai babak baru dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Inggris. Diharapkan kedua negara dapat mendorong peningkatan hubungan ekonomi bilateral di masa depan, membantu masuknya barang dan jasa Indonesia ke pasar Inggris, serta mendorong investasi Inggris di Indonesia,” kata Mendag Lutfi.

Pembentukan JETCO ini merupakan hasil rekomendasi dari Joint Trade Review (JTR) yang dilakukan oleh Indonesia dan Inggris. JTR sendiri merupakan kajian bersama yang dilaksanakan untuk menyusun rekomendasi dalam rangka peningkatan bidang perdagangan dan investasi dengan mengidentifikasi sektor potensial, serta hambatan dan peluang kerja sama yang ada. Penyusunan JTR Indonesia-Inggris dimulai pada Desember 2019 dan JTR Report telah difinalisasi
pada pertengahan April 2021.

“JETCO merupakan tonggak penting dalam meningkatkan kemitraan Indonesia-Inggris. Kami berharap selanjutnya kedua negara dapat meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangannya bersama-sama melalui perjanjian perdagangan,” ujar Mendag Lutfi.

Sampai saat ini, kedua pihak telah mengidentifikasi sembilan sektor potensial berikut hambatan dan peluang kerja samanya, yaitu pendidikan, makanan dan minuman serta produk pertanian, teknologi, obat-obatan dan pelayan kesehatan, infrastruktur dan transportasi, kayu dan produk kayu, energi terbarukan, jasa keuangan dan profesional, serta ekonomi kreatif.

JETCO dianggap penting sebagai sebuah forum dialog tahunan tingkat Menteri untuk membahas isu-isu bilateral kedua negara dengan lebih intensif dan fokus sekaligus memastikan agar hasil JTR dapat ditindaklanjuti.

“Mekanisme JETCO akan didahului dengan pertemuan working group (WG) di tingkat senior officials. Ke depan, Indonesia dan Inggris dapat mengeksplorasi kemungkinan kemitraan ekonomi yang lebih tinggi lagi, seperti perjanjian perdagangan,” katanya. (MS11)