Orangtua Pemilik Akun  Sun Go Kong Minta Maaf Kepada Umat Muslim se- Indonesia

Orangtua Pemilik Akun Sun Go Kong Minta Maaf Kepada Umat Muslim se- Indonesia

mediasumutku.com| SERGAI-Bungaran Burhan (67) dan Nurlili (54) meminta maaf kepada seluruh umat Muslim se-Indonesia, terutama kepada masyarakat muslim Kabupaten Serdang Bedagai atas perlakuan anaknya, Indra Dharma alias Acong yang dilaporkan atas kasus penistaan agama oleh warga karena postingannya di akun media sosial miliknya pada tanggal 21 Februari 2021 lalu

“Saya Bungaran Burhan warga Sialang Buah, Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai orangtua dari Indra Dharma. Terkait postingan anak kami melalui akun Facebook Sun Go Kong beberapa waktu lalu yang telah menyinggung atau menghina umat muslim se-Indonesia khususnya di Kabupaten Serdang Bedagai meminta maaf kepada seluruh umat muslim,” katanya kepada wartawan di Sei Rampah, Jum’at (30/4/2021).

Turut mendampingi, Ketua MUI Sergai, Hasful Huznain, tokoh agama, M. Tamlih Nasution, dan Ketua INTI Sergai, Budi SE.

Seperti diketahui, Indra Dharma alias Acong, warga Dusun I Desa Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai pernah memosting kalimat yang meresahkan umat muslim dengan akun Sun Go Kong pada 21 Februari 2021 lalu. Atas perbuatannya, ia dilaporkan dan sudah diamankan pihak kepolisian.

Acong dijerat pasal 28 ayat 2 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang ujaran kebencian dengan ancaman kurungan penjara 6 tahun.
Pada kesempatan itu, Bungaran Burhan berjanji kedepannya ia dan isterinya akan mendidik dan lebih memberi perhatian kepada anaknya untuk tidak lagi melakukan tindakan seperti itu.

“Sebagai orangtua, kami berharap dan memohon kepada penegak hukum khususnya Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai dan Polres Sergai agar kiranya anak kami mendapatkan hukuman yang seringan-ringanya. Meskipun hukum tetap berlanjut,”ucap Burhan.
Hal yang sama dikatakan ibunya, Nurlili. Dia berharap, agar anaknya mendapat hukuman yang lebih ringan.

“Saya sebagai ibu Indra Dharma pemilik akun Sun Go Kong meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh umat muslim se-Indonesia dan terutama umat muslim Kabupaten Serdang Bedagai. Mohon, maafkan anak saya. Kedepannya saya dan suami saya akan mendidik anak saya, supaya anak saya tidak melakukan hal seperti itu lagi dan tidak menyinggung umat muslim lagi,”ucap Nurlili.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kabupaten Serdang Bedagai, Hasful Huznain, berharap, kasus ini menjadi pelajaran tidak hanya untuk Indra Dharma atau Sun Go Kong, tapi bagi semua warga agar tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan baik secara lisan maupun tulisan.
“Kami sebagai tokoh muslim tentu tidak ada yang merasakan ini semacam penghinaan atau dendam, tapi ini keliruan, keliruan ini jangan terulang lagi sehingga tidak melukai hati siapapun apalagi beda agama. Ini yang kita harapkan,” ujarnya.
Dia berharap, agar masalah ini tidak sampai diangkat ditengah masyarakat, sehingga merusak tahtanan kehidupan kerukunan kita.

“Kita selama ini damai, rukun dan ada FKUB tokoh agama, lintas agama semuanya berjalan dengan baik. Apalagi dengan kepimpinan bapak Darma Wijaya. Saya berharap, permasalahan sekecil ini jangan sampai diangkat ditengah masyarakat,” ujarnya.
Tokoh Agama, M. Tamlih Nasution, berharap, di bulan suci ramadhan ini seluruh umat dapat saling memaafkan.

“Ini bulan yang penuh keampuanan dan memaafkan, kami selaku tokoh agama, sebaiknya kita saling memaafkan. Namun, karena negara kita negara hukum, proses hukum tetap berlanjut, karena itu sudah sudah wewenang aparat hukum. Tapi sebagai pribadi umat muslim yang masih di bulan suci ramadhan ini kita maafkan,”pungkasnya. (MS6)