Bambang Brodjonegoro dan Yenny Wahid Masuk Di Jajaran Komisaris Bukalapak

Bambang Brodjonegoro dan Yenny Wahid Masuk Di Jajaran Komisaris Bukalapak

mediasumutku.com| MEDAN- Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS) Bukalapak yang dipimpin oleh CEO Bukalapak, Rachmat Kaimuddi, nama Bambang Brodjonegoro dan Yenny Wahid masuk dalam jajaran komisaris utama di Bukalapak.

Rachmat Kaimuddin, dalam paparannya mengungkapkan, kinerja Bukalapak sepanjang tahun 2020, di tahun 2020, Bukalapak mencatat peningkatan 4 juta Pelapak dan Mitra Bukalapak.

“Sehingga, kini Bukalapak memiliki lebih dari 6.5 juta Pelapak, 7 juta Mitra Bukalapak dan 100 juta pengguna yang 70 persen didominasi oleh pengguna di luar kota besar,”katanya.

Hal ini menunjukan peran digitalisasi Bukalapak tidak hanya berpusat di kota-kota besar tetapi juga menjangkau seluruh daerah yang memiliki tantangan akses dan infrastruktur.

Bukalapak terus melakukan pengembangan fitur dan layanan baik pada platform
marketplace ataupun O2O (online to offline), untuk menjawab kebutuhan di tengah masyarakat terlebih di situasi pandemi sekarang.

Sementara itu, menanggapi pengangkatannya sebagai Komisaris Utama, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, semangatnya untuk berkolaborasi bersama Bukalapak.

“Inovasi dan teknologi menjadi hal krusial yang harus diadopsi agar UMKM
berkembang. Menjadi bagian dari keluarga besar Bukalapak yang berfokus untuk
menciptakan akses pasar berbasis teknologi, diharapkan akan memberikan dampak yang lebih besar pada adopsi teknologi di UMKM serta inovasi yang mengarah pada transformasi digital dan penguatan UMKM,” jelasnya.

Senada, Yenny Wahid mengatakan, Bukalapak telah menciptakan wadah pasar strategis bagi UMKM untuk terus berkembang seiring dengan kemajuan digital. Dengan bergabung bersama Bukalapak, diharapkan dapat membentuk sinergis yang melahirkan lebih banyak peluang usaha untuk membantu UMKM dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Bukalapak akan terus melanjutkan komitmennya untuk menjadi platform online dan O2O (online to offline) untuk menciptakan akses pasar kepada siapa saja untuk melakukan kegiatan jual beli dengan dukungan ekosistem bisnis dan teknologi yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (MS11)