Kembangkan Produk Organik Indonesia, Kemendag Bersinergi dengan Aliansi Organis Indonesia

Kembangkan Produk Organik Indonesia, Kemendag Bersinergi dengan Aliansi Organis Indonesia

mediasumutku.com| MEDAN- Kementerian Perdagangan, Aliansi Organis Indonesia, dan Yayasan Bina Swadaya bersinergi mengembangkan pangsa ekspor produk organik Indonesia. Sinergi tersebut terwujud dalam penandatanganan Kesepakatan Bersama yang dilaksanakan di kantor Kemendag, hari ini, Jumat (30/4/2021).

Kerjasama ini merupakan bentuk dorongan bagi semua pihak agar dapat
lebih melihat produk organik sebagai komoditas perdagangan strategis Indonesia.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kasan, Ketua Aliansi Organis Indonesia Emilia Tri Setyowati, dan Ketua Yayasan Bina Swadaya Bayu Krisnamurthi.

“Sinergi ini merupakan bentuk komitmen kami membawa pertanian organik Indonesia ke arah yang lebih maju. Melalui kerja sama ini, juga akan dilakukan berbagai upaya pembinaan dan pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) ekspor di bidang produk organik,” terang Kasan.

Upaya tersebut lanjutnya, antara lain, melalui kegiatan promosi perdagangan, pengembangan produk dan desain, pendidikan dan pelatihan ekspor, serta penguatan jejaring dengan pemangku kepentingan.

Lewat kerja sama ini, Kemendag menggandeng Aliansi Organis Indonesia, sebuah organisasi yang memberikan penjaminan mutu dan kualitas produk serta proses pertanian organik terhadap produsen dan konsumen. Selain itu, Kemendag juga menggandeng Yayasan Bina Swadaya yang aktif mengembangkan kegiatan kewirausahaan sosial bersama komunitas dan masyarakat yang
berfokus pada pertanian secara luas.

Penandatanganan ini, lanjut Kasan, diharapkan dapat lebih mendorong peran para petani dan pelaku usaha produk organik Indonesia dalam meningkatkan ekspor nasional.

“Pemerintah memiliki komitmen besar untuk bersama-sama dengan mitra strategis dapat mengimplementasikan butir-butir cakupan kerja sama sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, sehingga mampu meningkatkan ekspor nasional yang berdaya saing,” pungkas Kasan.

Berdasarkan data Euromonitor, pangsa pasar produk organik yang cukup besar terdapat di beberapa negara. Diantaranya, Tiongkok (USD 3,6 milliar), Amerika Serikat (USD 18,5 milliar), India (USD 63,4 juta), dan Jerman (USD 4,6 miliar). Saat ini, Indonesia hanya memasok sekitar 0,4 persen dari total kebutuhan dunia.

Dengan jumlah produsen produk organik sebanyak 17.948, pelaku usaha dan dengan total lahan seluas 208 ribu hektare, produk organik Indonesia seharusnya dapat menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekspor nasional. (MS11)