Viral Ikan Arwana Super Red Seharga Rp 10 Juta Mati dan Berakhir di Atas Panggangan

Viral Ikan Arwana Super Red Seharga Rp 10 Juta Mati dan Berakhir di Atas Panggangan

Asahan – Ditinggal mati hewan peliharaan biasanya menjadi salah satu hal yang paling menyakitkan bagi pemiliknya. Alasannya bisa jadi antara pemilik dan hewan peliharaannya itu sudah terjalin ikatan emosional sehingga tak siap jika harus dipisahkan dengan kodrat Tuhan bernama kematian.

Kisah hewan peliharaan yang mati itu lazim terjadi dan tak melulu berakhir kesedihan yang meluka lara. Misalnya bagi Nizam Nababan, salah seorang kolektor dan penggila ikan arwana di kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Ikan arwana kesayangan berjenis super red dengan panjang 40 centimeter miliknya mati di dalam akuarium pada Minggu (23/5) kemarin. Menilik harga pasaran ikan hias ini dikalangan penggilanya angkanya bisa mencapai Rp 10 jutaan.

Alih-alih tenggelam dalam nestapa kesedihan, Nizam malah membagikan aksi yang tak terduga di sosial medianya. Pria yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Kota (Pemko) Tanjungbalai ini malah pamer aksi makan ikan arwana di Facebook melalui siaran langsung yang dibagikannya.

Arwana super red itu berakhir di atas tungku panggangan dan ludes di atas piring. Sontak aksinya itu viral dan mendapat banyak komentar di jagat maya.

“Assalamualaikum, gaes. Sore ini kita akan sombam ikan Arwana senilai Rp 10 juta. Jangan iri ya gaes,” ujar Nizam yang merekam langsung aksi memanggang ikannya itu sebagaimana dilihat wartawan, Senin (23/5/22).

Sekedar diketahui teknik memasak sombam merupakan khas daerah Melayu – Tanjungbalai. Ikan dimasak dengan cara dipanggang namun tidak mencampurkan banyak bumbu. Hal ini untuk menjaga rasa asli serta kesegaran daging ikan tersebut.

Nizam yang dikonfirmasi wartawan mengaku mulanya ia tak pernah berfikir untuk memanggang ikan yang sudah satu tahun setengah dipeliharanya itu.

“Enggak ada rencana sebelumnya mau dibakar. Bahkan istri saya sudah hampir membuangnya ke parit. Cuma saya larang, dipikir-pikir sayang juga makanya saat itu saya simpan dulu di kulkas,” kata dia.

Ajakan untuk mengkonsumsumsi ikan yang sudah dipeliharanya itu justru dari temannya. Nizam mulanya ragu akhirnya ikan itu jadi juga dibakarnya.

“Ada kawan yang tanya jadi ikannya sudah dibuang? Saya bilang belum. Yaudah bawa ke rumahku kita panggang saja,” kata Nizam menirukan lagi perkataan temannya.

Jadilah Senin (23/5) sore sebelum senja itu mereka memanggang ikan arwana super red yang ditaksir nilainya dipasarannya bisa mencapai Rp 10 jutaan.

“Saya awalnya tak mau memakannya. Tapi kata kawan yang pertama kali makan ini bilang rasanya enak. Pikir saya kapan lagi bisa makan ikan harga sepuluh juta. Sesudah matang dipanggang jadilah ikan itu kami bagi. Saya makan juga, anak istri juga ikut mencicipi. Rasanya seperti ikan senangin. Tekstur dagingnya empuk. Langsung pecah saat pertama kali masuk ke mulut,” kenangnya.

Nizam Nababan merupakan salah satu kolektor ikan hias jenis arwana di rumahnya. Sudah belasan ekor ikan arwana yang dijualnya. Bahkan ia pernah menjual ikan arwana seharga Rp 15 juta kepada salah seorang pejabat di Medan.

“Setelah yang laku saya jual 15 juta itu yang mati ini yang paling mahal diantara yang lain. Penampakan warnanya sudah jadi. Tapi sebulan terakhir sudah payah makan akhirnya mati. Saya udah pakai segala cara tapi tak tertolong juga,” kenangnya. (MS10)