Ini Dia Biaya, prosedur, dan risiko IVF

Teknologi46 Dilihat

Cakra Berita – Memiliki anak adalah keinginan sebagian besar pasangan suami istri. Menanti kabar bahagia tumbuh kembang janin di perut ibu merupakan momen yang ditunggu-tunggu. Tetapi tidak semua orang dapat dengan mudah mengandung anak.

Banyak juga pasangan yang baru saja menikah dan langsung dikaruniai seorang anak, dan banyak juga pasangan yang sudah bertahun-tahun menantikan keturunan atau anak.

Ada banyak alasan mengapa suami istri sulit memiliki anak, misalnya masalah kemandulan, kesehatan alat kelamin, dan lain sebagainya.

Dengan teknologi yang semakin canggih, termasuk dalam bidang kedokteran, setiap pasangan dapat memiliki anak. Anda pasti pernah mendengar tentang metode bayi tabung.

Apa itu bayi tabung? Bagaimana prosesnya dan berapa biayanya? Simak penjelasannya yang telah dirangkum dengan cermat untuk Anda, yuk!

Apa itu IVF?

Fertilisasi in vitro (IVF) adalah prosedur pembuahan yang dilakukan di luar rahim, bukan melalui hubungan seksual. Artinya, sel telur dan sperma tidak disatukan di dalam tubuh, melainkan di laboratorium khusus.

Mengutip Prima Hospital, IVF adalah istilah untuk bayi yang diperoleh dari pembuahan sel telur oleh sperma di laboratorium. Pemupukan bertujuan untuk menciptakan calon bayi embrio. Embrio yang paling efisien dari sejumlah embrio dipindahkan ke dalam rahim agar dapat tumbuh dan berkembang.

Berdasarkan penelitian, tingkat keberhasilan IVF mencapai 30%-40%. Angka ini merupakan yang tertinggi di antara program kehamilan berbantuan lainnya.

Oleh karena itu, program bayi tabung merupakan pilihan terbaik yang dapat dilakukan oleh pasangan untuk mendapatkan momongan. Itu sudah menjadi bukti keberhasilan ribuan program bayi tabung yang sukses di dunia ini.

Diantaranya adalah Louise Joy Brown, bayi tabung pertama di dunia. Lahir pada tahun 1978 di Inggris. Selain itu, Nugroho Karyanto juga kelahiran tahun 1988 yang menjadi bayi tabung pertama di Indonesia.

Keadaan seperti apa yang membuat bayi tabung perlu dilakukan

Program bayi tabung dilaksanakan untuk membantu pasangan suami istri agar memiliki anak. Namun, karena biayanya yang sangat mahal, dokter biasanya menyarankan tes untuk mengetahui kemungkinan kehamilan melalui hubungan seksual terlebih dahulu, daripada merekomendasikan program bayi tabung.

Berikut beberapa kondisi yang membuat pasangan suami istri membutuhkan program bayi tabung.

  • Istri atau suami menderita masalah kesuburan
  • Suami tidak menghasilkan sperma (kualitas rendah) atau cadangan ovarium istri rendah
  • Ada masalah struktur reproduksi, gangguan jaringan rahim, atau sindrom ovarium polikistik hormonal yang menyebabkan ovarium membesar dengan kista kecil di bagian luar.
  • Sang istri mengalami keguguran berulang kali.

Berapa lama proses IVF berlangsung?

proses inseminasi buatan

Satu siklus IVF membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 minggu. Selain itu, ada begitu banyak kondisi yang dokter rekomendasikan beberapa siklus atau bahkan kehamilan yang sukses bagi calon ibu.

Persiapan sebelum memulai program IVF

Sebelum memulai IVF, ada serangkaian tes yang harus dilakukan oleh pasangan suami istri, seperti tes cadangan ovarium, analisis semen, pemeriksaan penyakit menular (seperti HIV), pemeriksaan rongga rahim, dan percobaan transfer embrio buatan. mengetahui ketebalan rongga rahim dan penelitian untuk teknik yang paling tepat.

Sebelum memulai pemeriksaan, pastikan tubuh Anda dalam keadaan sehat. Anda dapat melakukan ini dengan berolahraga dan makan diet seimbang.

Selain itu, kondisi mental juga perlu dipersiapkan. Bayi tabung tidak selalu menjanjikan keberhasilan, sehingga orang tua harus mempertimbangkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Menerima konseling kehamilan dan yoga dapat membantu mengendalikan emosi dan mental.

Jangan biarkan pikiran negatif memengaruhi Anda. Tanamkan optimisme dalam setiap proses yang ada.

Mari kita lihat, prosedur untuk menjalani program bayi tabung selanjutnya.

Baca juga: Pelajari cara membersihkan limescale dengan mudah dan cepat

prosedur IVF

Ada 12 tahapan yang harus dilalui untuk melaksanakan program bayi tabung. Berikut penjelasan masing-masing tahapan.

Nama tindakan Penjelasan
1. Lakukan tinjauan riwayat kesehatan Tahapan ini merupakan hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan seluruh proses bayi tabung. Dokter akan menganalisis riwayat kesehatan, termasuk semua pemeriksaan dan pengobatan sebelumnya. Selain itu, dokter akan memberikan saran pengobatan apa yang bisa dilakukan.
2. Lakukan konsultasi pra-perawatan Kemudian, pasangan tersebut akan bertemu langsung dengan spesialis fertilitas untuk memastikan rencana perawatan.
3. Proses bayi tabung dimulai Selanjutnya, dokter akan memberikan obat untuk memulai proses bayi tabung dan menjelaskan jalannya pengobatan serta cara pemberian injeksi hormon perangsang folikel (FSH).
4. Stimulasi hormonal Pada titik ini, suntikan FSH akan diberikan untuk merangsang ovarium menghasilkan lebih banyak sel telur. Dengan cara ini, pasien memiliki peluang lebih tinggi untuk mencapai kesuburan dan kehamilan.
5. Pemantauan pemeliharaan Selama siklus IVF, Anda akan diminta melakukan tes darah rutin untuk mengukur kadar hormon Anda. Selain itu, Anda juga diharuskan melakukan USG untuk mengukur ukuran dan jumlah folikel ovarium. Tes ini penting untuk membantu dokter memutuskan kapan mengambil sel telur Anda.
6. Injeksi pemicu Selanjutnya, Anda akan diberikan suntikan Human Chorionic Gonadotropin (HCG) pada malam hari. Setelah itu telur akan dikumpulkan setelah 36-38 jam. Suntikan human chorionic gonadotropin (HCG) dibuat untuk menggantikan hormon luteinizing alami dalam tubuh dan juga untuk merangsang ovulasi.
7. Kumpulkan telurnya Rawat inap jangka pendek diperlukan saat prosedur pengumpulan telur sedang berlangsung. Biasanya, proses ini memakan waktu minimal 4 jam. Saat pagi tiba, dokter akan meminta sampel sperma segar. Hal ini diperlukan agar pembuahan sel telur dapat segera dilakukan.
8. Pemupukan telur Telur yang terkumpul dibawa ke laboratorium dan ditempatkan di tempat khusus untuk persiapan proses pembuahan. Sperma dan sel telur akan ditempatkan bersama dalam media khusus, agar terjadi pembuahan.
9. Perkembangan embrio Setiap pembuahan yang berhasil akan menghasilkan embrio. Embrio yang dibuat dalam siklus IVF akan dievaluasi. Kemudian, embrio yang sehat atau layak dipilih untuk ditanamkan pada siklus berikutnya.
10. Transfer embrio Janin akan berpindah ke rahim wanita setelah matang. Transfer embrio dilakukan 5 hari setelah pengumpulan oosit. Proses ini dilakukan dengan memasukkan kateter kecil ke dalam rahim.
11. Pembekuan embrio Jika tidak ada embrio yang digunakan, tetapi memenuhi persyaratan, embrio dapat dibekukan untuk digunakan di masa mendatang.
12. Tes kehamilan Dua minggu setelah transfer embrio, dokter akan meminta ibu hamil untuk melakukan tes darah. Tes darah ini digunakan untuk menentukan kehamilan. Jika tes menunjukkan indikator positif, dokter akan melakukan USG tiga minggu kemudian.

Baca juga: Jenis makanan untuk penderita diabetes yang dianjurkan dan harus dihindari

biaya IVF di Indonesia

Setelah mengetahui prosedur yang perlu dilakukan, pasangan suami istri juga perlu mengetahui biaya yang perlu dikeluarkan untuk program bayi tabung. Berikut adalah biaya bayi tabung di beberapa rumah sakit di Indonesia.

1. RS Daya Medica, Kebun Jerok, Jakarta Barat

Rumah sakit ini menerapkan metode SMART (Advanced, Modern, Affordable, Reproductive Technology) dan menjanjikan program bayi tabung dengan biaya terjangkau. Biaya di rumah sakit ini mulai dari Rp 30 juta per sesi.

2. Klinik FFC, Rumah Sakit Keluarga, Beloit, Jakarta Utara

Rumah sakit ini menyediakan program bayi tabung dengan biaya mulai dari Rp20 hingga Rp65 juta. Selain itu, rumah sakit ini juga memberikan metode unik dalam prosesnya, yaitu pematangan sel telur tanpa obat.

3. Klinik Pusat Fertilitas Bandung, Bandung

Klinik ini merupakan bagian dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Limegati yang telah beroperasi sejak tahun 2013 dengan lebih dari 2000 klien dan tingkat keberhasilan 47% serta menawarkan biaya bayi tabung mulai dari Rp 38,5 juta.

4. Klinik Teratai RS Gading Pluit Jakarta Utara

Biaya program bayi tabung di Klinik Teratai RS Gading Pluit sekitar Rp 39 hingga 80 juta. Jumlah biaya bervariasi dari pasien ke pasien karena tergantung pada kondisi kesehatan pasien.

5. RS Telogorejo, Semarang, Jawa Tengah

Biaya program bayi tabung di rumah sakit ini mulai dari Rp 60 juta. Rumah sakit ini didukung oleh peralatan medis dengan teknologi terkini dan fasilitas yang memadai.

6. RS Harapan-Kita

Tingkat keberhasilan RS Harapan Keita adalah 30-40%. Biaya program bayi tabung sekitar Rp 20 hingga 80 juta. Nominal ini bisa berubah tergantung kondisi pasien.

7. Samari Basra, Pondok Bambu, Jakarta Timur

Rumah sakit ini didirikan dengan tujuan membantu pasangan suami istri untuk mendapatkan anak dan memberikan layanan bayi tabung. SamMarie menyediakan layanan kebidanan dan ginekologi yang unggul. Biaya program bayi tabung di rumah sakit ini mulai dari Rp 53 juta

Simpan dan bagikan informasi program IVF

Simpan informasi ini jika Anda dan pasangan ingin mencoba bayi tabung. Perlu diingat bahwa anak yang lahir dari bayi tabung tidak berbeda dengan anak yang lahir dari hubungan seksual biasa. Sebab, berdasarkan penelitian, kemampuan fisik dan psikis anak bayi tabung tetap setara dengan anak lainnya.

Hal yang membedakan dan perlu mendapat perhatian lebih adalah bayi IVF cenderung lahir prematur. Mungkin beratnya akan berkurang. Oleh karena itu, calon orang tua harus melakukan persiapan yang tepat untuk melahirkan.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *