Kadin Indonesia Dorong Gerakan Kemitraan Inklusif untuk Penataran IKM

Otomatif204 Dilihat

Cakra Berita – Jakarta: Dalam rangka meningkatkan daya saing Industri Kecil Menengah (IKM), Kamar Dagang dan Industri Indonesia bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggagas program Closed Loop Inclusive Partnership IKM dengan industri besar melalui Exhibition Link & Match kegiatan IKM Alat Angkut dengan APM Tier (Agen Pemegang Merek) dan Industri Besar.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan program kemitraan di dunia industri merupakan salah satu upaya efektif untuk memperkuat rantai pasok industri manufaktur di Indonesia.

“Closed-Loop Inclusive Partnership dapat mendorong kemandirian IKM melalui kepastian pasar, alih teknologi, peningkatan kualitas dan kuantitas serta sistem manajemen, pengembangan sumber daya manusia, serta kemudahan akses pembiayaan. Untuk industri manufaktur seperti otomotif, bermitra dengan IKM dapat meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk manufaktur,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu, 2 November 2022.

Kinerja sektor industri manufaktur Indonesia sendiri berkembang pesat. Pada triwulan II 2022, sektor tersebut secara tahunan sebesar 4,01 persen (yoy). Tak hanya itu, realisasi investasi di sektor industri juga meroket hingga 54 persen selama Januari-September 2022.

“Tren positif pertumbuhan industri nasional ini harus dipertahankan. Oleh karena itu, Kamar Dagang dan Industri Indonesia sebagai rumah bagi dunia usaha dan industri siap mendukung dan berkomitmen untuk mendorong pemberdayaan UKM di semua sektor industri melalui Tertutup- Program Loop Inclusive Partnership. Jadi bersama-sama, kita dapat memperkuat sektor industri Indonesia secara inklusif, dan menciptakan rantai nilai produksi dalam negeri yang kuat,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Arsjad Rasjid.

Arsjad juga menambahkan jika program tersebut sistem loop tertutup inklusif Hal ini juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo tentang Indonesia Incorporated, yaitu kolaborasi dan kerjasama antara perusahaan besar, menengah, dan kecil untuk menyelesaikan permasalahan konkrit di lapangan, termasuk di sektor industri.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia untuk Industri Bobby Gafur mengatakan IKM merupakan salah satu kunci percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

“IKM sendiri menyumbang 99,7 persen dari total sektor industri secara keseluruhan. IKM juga mampu menyerap sebanyak 66,2 persen dari total 15,6 juta tenaga kerja di sektor industri. Oleh karena itu, pengembangan IKM menjadi salah satu kunci percepatan pertumbuhan ekonomi. secara nasional, sehingga Indonesia dapat menjadi Negara Industri Tangguh pada tahun 2025 sesuai dengan Kebijakan Industri Nasional,” kata Bobby.

Sementara itu, Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, menegaskan melalui acara ini, diharapkan IKM dapat secara intensif berkonsultasi dengan Tier APM dan industri besar yang menjadi incaran mitra IKM. .

“Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kemitraan yang saling menguntungkan antara IKM dengan industri besar, sehingga dapat terjalin komunikasi antara IKM dengan pemasok APM, membuka akses pasar dan akses pembiayaan, serta meningkatkan peluang usaha, sumber daya manusia. , dan manajemen mutu,” kata Reni.

Acara ini dilanjutkan dengan penandatanganan kerjasama (MoU) antara Kementerian Perindustrian dengan Kamar Dagang dan Industri tentang Kemitraan Industri Kecil dan Menengah dalam Rantai Pasokan Industri Manufaktur Nasional.

Acara ini juga diikuti dengan penandatanganan kerjasama (MoU) antara 16 perusahaan Tier AHM dengan 32 IKM, serta penandatanganan kontrak kredit dari beberapa lembaga pembiayaan kepada IKM dengan total 10 kontrak kredit senilai Rp24 miliar dan 24 kontrak yang masih dalam proses sebesar Rp 82 miliar.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *