Kenali dan Waspada Terhadap Gejala OCD yang Dialami Anak-anak

Berita, Serba Serbi48 Dilihat

OCD adalah salah satu gangguan kecemasan yang bisa dialami siapa saja, termasuk anak-anak seperti kita.

Semua orang yang hidup di dunia ini tentu saja pernah mengalami cemas, terutama saat akan tampil di depan orang banyak.

Namun, rasa cemas yang muncul dengan frekuensi yang cukup sering atau berlebihan bisa jadi tanda gangguan kecemasan.

Perasaan cemas yang berlebihan ini jika dibiarkan bisa mengganggu aktivitas kita sehari-hari.

Salah satu gangguan cemas yang banyak dibicarakan saat ini adalah OCD. Cari tahu informasi lengkap tentang OCD, yuk!

APA SEBENARNYA OCD ?

Obsessive Compulsive Disorder atau OCD adalah gangguan mental yang mendorong pengidapnya melakukan tindakan tertentu.

Tindakan yang dilakukan ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan dalam pikirannya, teman-teman.

Gangguan ini bisa dialami oleh siapa saja dari semua kelompok usia. Namun, paling sering muncul di usia 7-17 tahun.

Dilansir dari Halodoc, gangguan ini lebih rentan menyerang anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.

Pasien OCD biasanya menyadari kalau pikiran dan tindakannya berlebihan. Sayangnya, mereka tidak bisa melawannya.

rtinya, gangguan ini bisa memberikan pengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan pengidapnya.

Meski penyebab pastinya belum diketahui, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko munculnya OCD, antara lain:

– Lingkungan tempat tinggal.

– Struktur otak dan fungsinya.

– Keturunan atau genetik.

 

APA GEJALA OCD ?

Seseorang yang memiliki gangguan mental OCD biasanya akan menunjukkan gejala obsesi maupun kompulsi.

Obsesi adalah pikiran yang terjadi berulang kali, dorongan, atau gambaran mental yang bisa memicu munculnya rasa cemas.

Sementara itu, kompulsif adalah perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang, teman-teman.

Gejala yang dialami oleh pengidap OCD obsesif, antara lain:

– Merasa takut berlebihan terhadap kontaminasi kuman dan virus.

– Kesulitan dalam menghadapi hal yang tidak pasti.

– Berperilaku agresif secara umum.

– Memiliki keinginan untuk menata barang dengan simetris.

Sementara itu, gejala yang dialami oleh pengidap OCD kompulsif:

– Mencuci tangan berulang kali dan berlebihan.

– Memeriksa pintu yang sudah dikunci berulang kali.

– Mengulang kata-kata tertentu saat sedang berbicara dengan pelan.

– Menghitung suatu hal untuk memastikannya berada pada pola tertentu.

Gejala OCD ini bisa datang dan pergi, mereda seiring berjalannya waktu, atau bahkan menjadi lebih buruk.

Gejala OCD yang terjadi pada anak umumnya dapat dengan mudah dikenali oleh orang tua dan guru.

 

OCD BISA DISEMBUHKAN

Sebagai informasi, Obsessive Compulsive Disorder atau OCD merupakan gangguan yang tidak bisa disembuhkan secara total.

Meski begitu, ada beberapa terapi yang bisa dijadikan sebagai langkah penanganan pasien OCD untuk mengurangi gejalanya.

Pasien OCD biasanya akan disarankan oleh dokter untuk menjalani terapi psikologis atau psikoterapi, teman-teman.

Psikoterapi ini dilakukan oleh psikiater dengan membimbing pasien untuk mengenali perasaan, pikiran, serta kondisi yang dialami.

Dengan begitu, pasien OCD bisa berperilaku positif dalam menangani masalah yang dihadapinya.

Selain terapi, pengobatan OCD juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan tertentu yang tentunya atas saran dokter.

KAPAN WAKTU WAJIB KE DOKTER ?

Teman-teman bisa segera menghubungi dokter jika mendapati gejala OCD seperti berikut:

– Perilaku atau gejala sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

– Ada masalah kesehatan yang muncul.

Nah, itulah penjelasan lengkap tentang Obsessive Compulsive Disorder atau OCD. Semoga bisa bermanfaat, ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *